ZUBIN MEHTA MEMPERCANTIK VIVALDI (MUSIK KLASIK, TVRI - SABTU, 4 JUNI 1988 Pkl: 20.30 WIB)
KONDUKTOR Zubin Mehta muncul lagi. Kita tidak akan bosan
dibuatnya dengan penampilannya yang anggun. Kali ini, Zubin (waktu itu) akan
tampil membawakan nomor karya komponis zaman Barok: Antonio Vivaldi. Sebagai
komponis di akhir zaman Barok, Antonio Vivaldi (lahir di Venice, 1679)
menempati posisi penting. Selama 30 tahun, waktu itu komponis ini namanya tetap
bergaung. Sampai menyurut pada tahun 1750, dan Vivaldi sendiri meninggal dunia
di Venice 1741.
Yang membedakan Vivaldi dengan komponis lain sezamannya, yaitu sentakan karya-karyanya yang kontras. Terutama dalam dinamika dan harmoni. Menurut catatan karya Vivaldi berjumlah 45 buah. Sebagian besar di antaranya berbentuk ‘concerto’. Ada juga yang ditulis untuk opera.
Prinsipnya, konduktor Herbert von Karajan, empu musik dari orkes Philharmonik Berlin, memang yang paling sering memainkan karya Vivaldi. Lalu, Zubin pun tidak kalah yahudnya. Nomor Vivaldi yang dicuatkan memang menjadi cantik. Malah dapat memancing rasa.
Lebih-lebih gerakan tangan Zubin yang begitu mempesona. Selain karya Vivaldi, satu nomor dari Franz Schubert yaitu Symphony No. 9 in C Mayor dicuatkan juga. Untuk nomor Franz ini, Berlin Radio Symphony Orchestra yang memainkan. Konduktor; Christoph Eschenbach.
Nomor penutup sajian dari kelompok paduan suara pria BASF. Judulnya (waktu itu) belum diketahui. Mengingat kelompok ini baru datang 1 Juni 1988, besoknya (2 Juni 1988) pentas di Gedung Kesenian Jakarta dan ketika itu pula TVRI membuat rekamannya. Sampai berita ini ditulis, belum jelas nomor-nomor apa yang (waktu itu) bakal diketengahkan BASF Mannerchor. Hanya saja mereka membawa konduktor Siegfried Salten.
Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi
Dok. Monitor – No. 83/Tahun II/minggu ke-1 Juni 1988/1-7 Juni 1988, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar