ULASAN - YANG BERUBAH DAN BERTAMBAH: SORE BISA HOREEEEE
VERSI M., MILIK ANAK DAN REMAJA (era itu). Itu maunya.
Karena selama itu, acara anak-anak (era itu) masih “ditelantarkan”, dan film
seri untuk remaja (era itu) lebih sering tidak ada. Namun, sesungguhnya untuk
acara sore, kayaknya lebih bagus kalau (di TVRI-red) diisi produksi sendiri.
Grup semacam Teater Legenda, bisa dijadwal untuk bulanan, misalnya, lalu deretan “keluarga ini-itu” dirampingkan dan diseleksi. Mana yang bisa berlanjut, berapa kali siaran, dan mana yang mesti tanggal dari Cerita Untuk Anak, yang tidak berarti hanya seminggu sekali.
Kalau PPFN juga bisa mengisi kembali, (jangan-jangan malah si Unyil jadi dua mingguan), rasanya alternatif itu sangat menarik, justru karena telah dibuktikan. Atau jenis kerjasama yang lain, yang memungkinkan penggarapan khusus, misalnya saja waktu siar yang lebih panjang, adegan di luar, dan baik dalam seri maupun tidak. Bukan tidak mungkin mengadakan semacam giliran TVRI stasiun daerah atau stasiun keliling membuat paket cerita.
Karena pada gilirannya nantinya, merupakan investasi yang besar dan berpengaruh di nantinya kemudian hari. Di sini, film seri dari luar, lebih merupakan pelengkap dalam artian sebenarnya. Sehingga seleksinya bisa lebih ketat lagi. Yang 1988 sih tidak meleset jauh, akan tetapi rasanya untuk film kartun, produksi Walt Disney (waktu itu) masih bisa menjadi jaminan.
Baik yang klasik ataupun yang (waktu itu) lumayan baru seperti Gummi Bears, Smurf (keduanya kemudian diputar di Indonesia oleh RCTI-red), Foofour, Alvin & The Chipmunk (di Indonesia kemudian diputar TPI-red), The New Archies.
Sedangkan untuk film seri, melihat keberhasilan diterimanya
model The Cosby Show dan Small Wonder (keduanya diputar di Indonesia lewat
TVRI-red), judul seperti Alf, Different Strokes (keduanya di Indonesia diputar
TVRI-red), serta mengembalikan The Muppet Show (di Indonesia diputar TVRI-red),
atau perkembangannya yang sejenis Fraggle Rock (di Indonesia juga diputar
TVRI-red) dari Jim Henson.
Variasi judul bisa yang biasanya disiarkan oleh PBS, di Amerika. Sedangkan sajian untuk remaja, susah-sudah tidak. Susah karena problem utama remaja dari satu negara berbeda dengan kita yang di sini. Tidak kalau kita mau mengambil yang aman seperti Family Ties (di Indonesia kemudian diputar RCTI/SCTV-red), yang pada suatu ketika pernah menyodok Cosby (di Indonesia diputar TVRI-red) dari urutan teratas.
Sementara Fame (di Indonesia kemudian diputar RCTI-red), pasti bisa menggeletarkan karena “bina seni” memang digarap dengan bagus menampilkan hura-hura dan hore-hore. Yang rada kalem sedikit, seperti Together We Stand, tentang kesatuan dan persatuan tanpa membedakan warna kulit dan asal usul. Atau suasana sekolahan seperti Head of The Class.
Akan tetapi, sebenarnya pilihan di atas adalah pilihan yang tearkhir. Karena rasa-rasanya sebisanya, kemampuan kita sendiri untuk memproduksi sajian yang lebih penting. Maaf lho ya, selama itu remaja (era itu) kita masih belum ada yang memberi wadah, memberi tontonan, mengamati secara benar dan pas. Dalam banyak hal dilibatkan, sehingga seolah remaja tiri yang tak ketahuan siapa atau departemen mana yang mengurusi.
Barangkali kesempatan terbaik bagi TVRI, untuk memberi panutan. Paling tidak, sarana seperti acara Tanah Merdeka produksi TVRI Stasiun Yogya, membuktikan yang pertama dan (sampai saat itu) masih satu-satunya yang berhasil. Baik dalam menampilkan remaja (era itu) itu sendiri, hebatlah itu, maupun memberikan kesempatan dinamika mereka tumbuh.
Acara semacam ini bukan tidak mungkin lebih diangkat dalam skala nasional. Dengan konsep formula dan pendekatan yang sama. Acara semacam ini sama menarik, dengan berada di tengah mereka yang susah dimengerti orang yang sudah ubanan, dengan menampilkan kisah sejenis Lupus, si Aboy, atau juga apa susahnya kalau justru menampilkan sosok baru?
Ditulis oleh: Arswendo Atmowiloto
Dok. Monitor – No. 87/II/minggu ke-1 Juli 1988/29 Juni-5 Juli 1988, dengan sedikit perubahan

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


Komentar
Posting Komentar