ULASAN - MASIH SOAL PALAPA: "YA PAPUA, YA AUSTRALIA"
SULIT, KULIT. Masih dalam kaitan serbuan siaran TV3 Malaysia dan hadirnya RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), TVRI (waktu itu) bakal mempunyai “sahabat udara” dari wilayah timur. Dari Papua “Irian Timur” Nugini, serta Australia. Sementara “sahabat udara” yang lama seperti Filipina bisa bangkit lagi, seperti juga Thailand yang beberapa programnya (waktu itu) mulai lebih ngepop.
Ini semua dimugnkinkan karena satelit sakti Palapa mempunyai 24 saluran, yang bisa dimanfaatkan untuk disewakan, sisa yang (sampai saat itu) tidak kita pergunakan. RTM 1, TV3, (waktu itu) sudah memanfaatkan. Dan Australia, Papua Nugini (waktu itu) tak akan tinggal diam, kalau melihat bahwa menyewa saluran satelit, seribu kali lebih murah dari meluncurkan sendiri. Kontrak sewa semacam ini lazim dan baik-baik saja, seperti juga kalau pihak penyewa inginnya tidak hanya 5 tahun saja.
Sebab, ini menyangkut kehidupan selanjutnya yang mau tak mau terus melaju. Ini terkait dengan keinginan “sewa-beli”, agar mereka aman melaksanakan perkembangan dari modal yang ditanam. Ini berarti sedikitnya dimulai 1988 sampai 5 tahun (yang waktu itu akan) datang (1993-red), serbuan dari langit makin tinggi intensitasnya, makin rapta dan tidak lagi bicara masalah kulit persoalan.
Akhirnya, mau tak mau (1988-red) kita masuk ke dunia informasi yang berbeda dengan lima tahun sebelumnya (1983-red). Kelompok masyarakat tertentu, yang ditandai dengan pemilikan antena parabola-Palapa, berada dalam kondisi informasi yang mendunia.
Tidak ada yang istimewa, kalau dilihat dari perkembangan dinamika dunia pertelevisian. Akan tetapi cukup sulit diperkirakan bagaimana bentuk akhirnya nantinya. Karena memang tak ada perhitungan-perhitungan jelas yang bisa ditarik sebagai kesimpulan. Tak ada model dari negara manpun, karena kondisi serta luberan siaran tidak sama dengan negara lain.
Penulis bacaan ini (Arswendo Atmowiloto) kira, 1988 ini, peranan TVRI, terutama (waktu itu) akan sangat menentukan apa yang terjadi sedikitnya 5 tahun (yang saat itu akan) datang (1993-red). Kesuksean siaran luberan dari mancanegara, merajalelanya acara, atau menjadi biasa-biasa, (waktu itu) akan sangat tergantung bagaimana strategi dan kemampuan kita sendiri.
Sebab, program yang tercermin dalam acara, dari mancanegara tak bisa kita kontrol sepenuhnya, seperti mengontrol hasil media cetak atau materi siaran yang dikirimkan. Materi-materi itu langsung tersiar, dan hanya mempergunakan udara, tanpa perlu importir-eksportir, dan badan sensor. Era itu sudah bersemi bibitnya sebelum tutup tahun 1988 ini. Era itu (waktu itu) sudah mulai. Resmi.
Ditulis oleh: Arswendo Atmowiloto
Dok. Monitor – No. 104/II/minggu ke-4 Oktober 1988/26 Oktober-1 November 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar