TIGA GRUP JAZZ DI MMM, BHASKARA, EMERALD, DAN NYAKA (MUSIK MALAM MINGGU, TVRI - SABTU, 12 MARET 1988 Pkl: 21.30 WIB)

EMERALD. Setelah juara LMC tahun 1986, pemain drum di Emerald diganti

SEAKAN sedang berkompetisi, 3 grup tangguh di aliran jazz main sepanggung dalam waktu 30 menit di Musik Malam Minggu (TVRI). Mereka adalah Bhaskara, Nayaka, dan Emerald.

Bhaskara merupakan grup yang malang melintang di dunia jazz dalam negeri. Bahkan dua kali menunjukkan kebolehan di North Sea Jazz Festival, di Belanda. Naykaa adalah Kumpulan anak-anak muda (era itu) yang terdiri dari para juara II Light Music Contest (LMC) yang diadakan Yamaha tahun 1987 lalu. Dan Emerald, eks juara LMC tahun 1986. Belakangan itu, warna yagn selama itu dianggap punya orang gedongan ini makin melebarkan sayap.

Kali ini, Syam NM, pengarah acarnaya, juga tetap pada kenekadan yang pernah dia lakukan. Semua tersaji dengan ‘live sound’, dan sekaligus menunjukkan kemampuan para musisi dalam menaklukkan peralatan yang makin canggih. Maka, Cendy Luntungan, ‘drummer’ Emerald, yang juga menabuh drum untuk kelompok Island, mencoba menunjukkan permainan drum yang diprogram lewat komputer.

Untuk penonton televisi, permainan ini memang menumbuhkan tanda tanya, seakan-akan rekaman itu ‘playback’. Akibat dari kemampuan musisi yang kian mapan, sajian seperti ini menjadi lebih hidup. Apalagi semangat mereka cukup semarak sehingga atraksi-atraksi yang kadang menyelip cukup apik. Ada saat-saat mereka harus menunjukkan kekompakan, dan masing-masingnya menunjukkan kebolehan.

Perkembangan jazz makin semarak, apalagi LMC makin memberikan harapan. Lomba yang diprakarsai Yamaha Music ini, sejak tahun 1987 lalu membawa juara nasional ke tingkat internasional. Dari sinilah lahir Yani dan Desi Arlan, pemain keyboard dan bass terbaik internasional, tahun 1987.

Televisi (TVRI-red) tak mau kalah. Ia memberi peluang yang cukup memadai untuk jazz. Bahkan kalau selama itu jatah jazz cuma satu kali sebulan, mulai April 1988 meningkat jadi 2 kali, minggu ke-2 dan ke-4.

“Saya harus kerja keras,” komentar Syam NM. Kerja keras itu termasuk membuat stok paket dan memikirkan sub jenis yang (waktu itu) bakal disiarkan. Satu contoh, dia merekam sekian banyak jazz, tapi juga harus berpikir, kapan warna fusion muncul. “Saya sudah siapkan paketnya.”

Barangkali, waktu 30 menit untuk 3 grup besar terlalu sempit. Tapi bisa pula melegakan. Selain masing-masing terpancing untuk menyajikan yang terbaik dari yang mereka ketahui, juga (waktu itu) akan bisa dipastikan ini tontonan menarik.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 71/II/minggu ke-2 Maret 1988/9-15 Maret 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer