TENDER IS THE NIGHT: "ANTARA RACUN DAN PENYAKIT" (FILM CERITA, TVRI - JUMAT, 24 APRIL 1988 Pkl: 22.30 WIB)
KALAU kita mendengar seorang guru kemudian mencintai muridnya, lantas mereka menikah, kita akan gampang berang, bilang bahwa guru tersebut tak bermoral.
Dan rasa berang kita tak akan tertandingkan saat membaca kisah tentang hubungan sumbang seorang ayah dengan putri kandungnya. Dan biasanya hanya akan selesai sampai pada rasa beran gitu. Kalau pun masih harus berbuntut panjang, maka buntut itu adalah caci maki terhadap para pelaku, terutama ayah, dengan menudingkan – selalu – soal standar moral.
Kita memang lebih cenderung hidup di sebuah masyarakat yang atmosfer etiknya jauh lebih kuat, sehingga selalu soal baik-buruknya yang menjadi perhatian utamanya. Kadar untuk mendapatkan musabab kenapa terjadi ketidakbaikan biasanya relatif tipis.
Mungkin, lantaran kecenderungan untuk menganalisa – lepas dari nilai baik dan buruk – sudah menjadi semacam ciri-wanci orang-orang barat, yang memang tergolong modern atas dasar dominasi dan mentradisinya rasionalitas, tak mengherankan jika sebuah karya yang tak semat amemvonis tindakan ‘incest’ itu lahirnya dari bumi belahan barat pula.
Dan F. Scott Fitzgerald, yang menulis novel Tender Is The Night, yang kemudian diminiserikan oleh BBC Enterprises Limited dibantu oleh Showtime/The Movie Channel dan 20th Century Fox Film Corporation, adalah salah satu contohnya. Dikisahkan, Nicole Warren (Mary Steenburgen), penderita schizophrenia, jatuh cinta pada psikiater Dick Diver (Peter Strauss).
Dalam perjalanan percintaan mereka, mereka jumpa dnegan teman-teman dekat Dick, yakni petualang Tommy Barban (Joris Stuyk), bintang film muda Hollywood (era itu), Rosemary Hoyt (Sean Young), dan pemabuk-bkeas musikus AAbe North (John Heard). Dengan Rosemary, Dick kemudian menjalin cinta.
Cewek murahankah Rosemary? Itu pertanyaan yang gampang muncul dari seseorang yang hanya kenal dimensi baik dan buruk. Pertanyaan sinis, tuduhan keji, atau bahkan menjijikkan, jika nantinya mengetahui bahwa penyakit ‘schizofrenia’ Nicole itu awalnya disebabkan oleh hubungan-sumbangnya dengan ayahnya sendiri, Devereaux Warren, seorang multimilyuner. Tapi, biar sajalah cerita miniseri yang terdiri 6 siaran ini bicara sendiri.
KERAMAT. Kisah Tender Is The Night bukanlah racun yang
berselimutkan mentega atau selai. Miniseri ini ibarat sebuah penyakit, dan
pemirsa diminta mendiagnosanya, apa sebabnya dan bagiamana menyembuhkannya.
Dengan menempatkan pemirsa sebagai pendiagnosa, maka penonton bukanlah orang
yang terlalu lemah untuk terus menerus diimbau jangan nonton ini atau jangan memutar
yang itu.
Pemirsa adalah sosok yang dewasa, yang tak perlu mudah keracunan. Lain soal jika pemirsa tak diberi “imunisasi” dan miniseri Tender Is The Night dianggap penyakit yang gampang menular. Miniseri yang disiarkan TVRI sejak Jumat, 1 April 1988, ini lebih mendasarkan diri pada novel Fitzgerald edisi revisi.
Dalam edisi revisi, sejak 1948, yang sudah dicetak ulang belasan kali, ada lima bagian. Masing-masingnya berjudul Case History: 1917-1919, Rosemary’s Angle: 1919-1925, Casualities: 1925, Escape: 1925-1929, dan The Way Home: 1929-1930. Sebelum direvisi terbitan 1939, plotnya terbalik-balik, dimulai kedatangan Rosemary Hoyt ke Cap d’Antibes, tempat keluarga Diver-Nicole.
Rosemary mencium ketidakberesan atau kemisteriusan keluarga Diver. Jadi ada kilas-balik untuk edisi awal. Untuk menunggu cetakan pertama pun, Fitzgerald – lahir 1896, meninggal 1940 – perlu menunggu waktu sampai 9 tahun. Miniseri Tender digarap oleh para kampiun macam Dennis Potter, Robert Knights, Jonathan Powell, dan Betty Willingale.
Sebelum menggarap Tender, Dennis Potter sebagai penulis skenario telah menyabet banyak piala, termasuk film ‘feature’, juga produksi BBC, Pennies Form Heaven. Sementara nama Sutradara Robert Knights tercatat sebagai penggarap The Hitsory Man, The Glittering Prizes dan Only Make Believe.
Jonathan Powell, sebagai produser eksekutif, jadi pemegang piala ‘head of BBC Television drama series & serials’. Film-filmnya: Tinker, Tailor, Soldier, Spy, The Woman In White, Testament of Youth, dan Smile’s People.
Dan Betty, produser yang sekaligus editor skrip, sudah menghasilkan The Mayor of Casterbridge, The Barchester Chronicles, dan Bleak House. Tak cuma itu, aktor Peter Strauss sudah kita kenal lewat Barnaby Jones, Hawaii Five-O, dan Cannon, selain pemegang piala Emmy dan berkali-kali sebagai ‘nominee’ piala Golden Globe.
Demikian juga nama-nama bintang lain macam Kate Harper (Lace dan Master of The Game), Piper Laurie (The Hustler, Carrie, dan The Thorn Birds), John Heard (Heart Beat dan Cat People), Joris Stuyk (We’ll Meet Again), dan aktor Swiss, Jurgen Brugger. Apakah TVRI (waktu itu) akan menetapkan dan menampatkan bahwa Jumat malam merupakan hari keramat bagi film-film yang tak bernilai ‘cekeremes’ dan kacangan – macam Nurse, The Winds of War, Jenny’s War, dan lainnya?
Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana
TENDER IS THE NIGHT
Peter Strauss – Dick Diver
Mary Steenbrugen – Nicole Warren
Kate Harper – Baby Warren
Edward Asner – Devereux Warren
Sean Young – Rosemary Hoyt
Piper Laurie – Elsie Speers-Hoyt
John Heard – Abe North
Nancy Paul – Mary North
Joris Stuyk – Tommy Barban
Edwin Kohlund – Dr. Dohmler
Sutradara: Robert Knights
Skenario: Dennis Potter
Produser eksekutif: Jonathan Powell
Produser dan ‘editing’: Betty Willingale
Masa putar: 6 X 50 menit
Lokasi: Paris, Swiss, Riviera
Dok. Monitor – No. 77/II/minggu ke-3 April 1988/20-26 April 1988, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar