SRINOTO DEWANTORO (KELUARGA RAKHMAT, TVRI PROGRAMA 1 - TIAP RABU Pkl: 20.05 WIB)
DALAM episode Menuju Istana (September 1989 – masih dalam proses produksi) dikisahkan, Ari cucu keluarga Subangun itu punya keinginan untuk bertemu presiden. Dia ingin memperoleh bintang yang akan dipersembahkan untuk kakeknya. Diperankan oleh Srinoto Dewantoro, (saat itu) 12 tahun, putra pasnagan Sri Tresnoto-Sri Rorahtin, bungsu tiga bersaudara.
Murid SD Candrabaya Bekasi kelas V (era itu) ini kebetulan punya ayah yang kerja di PFN. Suatu hari, Dewan ditawari main dalam film seri TV. Padahal, sebelumnya, dia tidak pernah punya bayangan jadi pemain film. “Dulu (sebelum 1989-red), ditesnya disuruh baca skenario, terus suruh menghafal. Pertama-tama sih malu, lama-lama nggak.”
Ketika tampang Dewan benar-benar muncul di TV (dalam hal itu TVRI Programa 1-red), dan teman-teman sekolahnya tahu hal ini, dia pun digoda oleh teman-temannya. Teman-temannya pada pura-pura minta tanda tangan. “Kesel juga digituin!,” ujar penggemar film kartun Mickey and Donald (di Indonesia ditayangkan TVRI Programa 1-red) yang senang makan mie ayam ini.
Mengenai honor yang ia terima dari jerih payahnya, sebagian ditabung dan sebagian buat beli buku. Iklim pergaulan di Keluarga Rakhmat, menurtu beberapa pendukungnya, berlaku sistem kekeluargaan dan itu memberi peluang bagi anak (era itu) ini untuk berkembang. “Kadang-kadang sih diajari sama ibu. Tapi kadang-kadang belajar sendiri.” Cita-cita Dewan? “Jadi astronot.”
Ditulis oleh: Yanto Bhokek
Dok. Monitor – No. 150/III/minggu ke-3 September 1989/13-19 September 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar