SRI REJEKI (MUTIARA-MUTIARA, FILM CERITA AKHIR PEKAN/TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 22 APRIL 1989 Pkl: 22.40 WIB)
TOKOH bu Barnas dalam sinetron Mutiara-Mutiara (TVRI Programa 1) diperankan Sri Rejeki, (saat itu) 49 tahun. Awalnya, Sri ditantang oleh suaminya, Suminto. “Saya dilarang ikut-ikutan menjadi artis, “jelas ibu 3 anak ini. Masalahnya, bila sibuk bermain sinetron, usaha ‘catering’-nya akan berantakan. “Saya pikir, alasna suami saya benar.”
Tapi, setelah usaha ‘catering’-nya maju pesat, ia pun diperbolehkan ikut bermain sinetron. Lantas, ‘catering’-nya siapa yang menangani? “Saya sudah punya asisten yang mampu menjalankannya. Jadi sudah tidak problem lagi.” Sejak itulah, ia berturut-turut ikut main sinetron Sebuah Cita-Cita, Senyum Seorang Tokoh, dan Bila Duri Berkembang (ketiganya diputar TVRI-red). “Malah sekarang (1989-red), suami yang mendorong saya untuk menjadi artis.”
Penghasilannya gede dong? “Ah, nggak juga. Honornya paling-paling untuk makan bersam akawan dan saudara.” Ia bilang, ia suka dunia seni peran. Hanya suka. Yang bikin senang: pergaulannya maupun tantangannya. “Di samping itu, kehidupan saya tidak terjebak rutinisme, ada warna-warnilah.”
Dan katanya, ia (waktu itu) akan bermain sinetron terus sampai tidak terpakai lagi. “Makanya, saya ingin menunjukkan disiplin kerja. Supaya pengarah caara tidak kapok mengajak saya.” Namun, ia hanya mau bermain di sinetron saja. “Kalau di film saya masih mikir. Karena syutingnya terlalu lama. Tapi, kalau bisa dikompromikan, saya mau.” Yang kompromi siapa? Produser apa jeng Sri sendiri?
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 129/III/minggu ke-3 April 1989/19-25 April 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar