SONYA (TAMAN KANAK-KANAK, TVRI - SENIN, 4 JULI 1988 Pkl: 16.30 WIB)
“ANAK-ANAK yang manis, kalian tentu masih ingat, kalau kita membuang sampah, sebaiknya di mana, anak-anak?”
“Di tempat sampah!,” jawab anak-anak (era itu) serempak. Anak-anak (era itu) menjawab secara spontan dengan penuh rasa gembira. Adegan yang memberi kesan menyenangkan ini terjadi ketika mereka mengadakan latihan di halaman sekolahnya, TK Tunas Delima, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ibu Dra. Sonya S. Murdi, pimpinan dan pembawa acara TK tersebut, menjelaskan tentang tema yang dipilih: Lingkungan yang Bersih Membaut Kita Sehat.
“Bukankah kebersihan sebagian daripada iman?,” jelas sarjana ilmu pendidikan, lulusan IKIP Muhammadiyah Jakarta 1986 ini. Selain adegan dramatisasi, anak-anak (era itu) yang l(waktu itu) lucu dan lincah ini, (ketika itu) akan memepargaakan kebolehannya dalam tari BZurung, tari Bunga, tari Kupu-kupu.
Menjadi guru memang harus sabar. Apalagi sebagai guru taman kanak-kanak. Dan sikap penyabar ini dimiliki oleh ibu Sonya, yang sejak 1980 mengasuh anak-anak balita (era itu) sebanyak lebih kurang 75 anak (era itu). “Dalam setiap kesempatan menghadapi anak-anak didik, saya selalu ingat pesan John Lock, tokoh pendidik anak-anak.”
Berkat ketekunannya dalam dunia pendidikan, pimpinan TK Tunas Delima ini, pernah terpilih sebagai salah seorang guru teladan tingkat nasional, tahun 1986.
Ditulis oleh: Mulyono Saleh
Dok. Monitor – No. 67/II/minggu ke-1 Juli 1988/29 Juni-5 Juli 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar