SOEMARDJONO
PFAI, PARFI, PPIA. Menurut catatan Soemardjono Demang Wiryokusumo, sejak 1975, tidak ada produksi film anak-anak untuk layar lebar (sampai ketika bacaan ini dimuat Monitor, 1989-red). Cuma, bukan karena itu kalau ada Pekan Film Anak Indonesia (PFAI) yang diselenggarakan PARFI cabang Jatim bekerjasama dengan PPIA Surabaya, tengah Mei 1989.
Soemardjono hadir dalam PFAI untuk menyampaikan makalah pada diskusi hari terakhir. “Film anak-anak Indonesia ibarat kerakap tumbuh di batu.” Hidup segan mati tak mau. Tidak ada produksi film anak-anak, tapi banyak kalangan yang mencoba senantiasa membicarakannya. “Masih lebih baik, kalau tak mau mati.”
Bujangan (era itu) kelahiran Yogya yang (waktu itu) menjadi anggota Dewan Film Nasional dan dosen teori film dan ‘editing’ di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini (waktu itu) akan mencoba tetap taat-asas menggarap film anak-anak yang bersifat pendidikan humaniora untuk murid-murid. “Kalau tidak ada film anak-anak bagi anak-anak Indonesia yang sedang tumbuh sebagai bangsa Indonesia, akan muncul kekhawatiran terhadap dampak film anak-anak dari luar negeri.”
Yakni, film anak-anak yang banyak ditayangkan TVRI. Apa? “Tentu saja dampak kultural dari film anak-anak luar negeri tersebut. Ini sudah sering diucapkan sebagai pernyataan-pernyataan yang bersemangat, tapi cukup memilukan.”
Konon, dalam posiisnya sebagai produser film anak-anak di Kofina (Koperasi Film Nasional) yang sering menggarap film anak-anak untuk konsumsi anak-anak sekolah, Soemardjono, (saat itu) 62 tahun, sering mendapat kesulitan dari pejabat-pejabat. “Saya memproduksi film anak-anak untuk diputar di sekolah-sekolah. Dengan peralatan yang sudah disiapkan.” Tinggal masuk sekolahan, pasang layar dan proyektor di kelas, jadilah bioskop sekolah.
“Cuma sekolah-sekolah sudah terlalu banyak membebani murid-muridnya dengan berbagai pungutan, sehingga untuk pengadaan bioskop sekolah ini, para pejabat yang berwenang enggan menarik pungutan lagi pada para murid.”
Ditulis oleh: Rusdi Zaki
Dok. Monitor – No. 135/III/minggu ke-5 Mei 1989/31 Mei-6 Juni 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar