SETELAH BERKALI-KALI, AKHIRNYA MODULUS JADI PENGGANTI (IRAMA JAZZ, TVRI PROGRAMA 1 - MINGGU, 25 MARET 1990 Pkl: 20.35 WIB)

Modulus saat rekaman gambar, dengan dekor kosong dan sepi

TERSENDAT-SENDAT pada awalnya, akhirnya Modulus Band jadi juga ‘shooting’ mengisi acara Irama Jazz di TVRI. (Harapan waktu itu) semoga saja pihak TV kali ini berkenan menayangkannya. Sebab, ketidakpastian siaran, sampai saat itu memang tetap menjadi problem.

Perubahan-perubahan jadwal rekaman ataupun perubahan para pengisi acara, (waktu itu) masih kerap terjadi. Semisal Modulus Band ini, rencana mengisi Irama Jazz sudah sejak bulan Januari 1990 lalu. Memang, kesalahan bukan melulu pada pihak TVRI. “Waktu itu ada kesalahpahaman jadwal rekaman di pihak Modulus, jadi kami batal,” ungkap Ucok Parulian, personil Modulus.

Tadinya Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan cs yang dijadwalkan. Seperti yang sudah-sudah, akhirnya pun batal. “Kami sedang latihan Krakatau untuk tur ‘show’ keliling Indoesia, yang diawali dari Surabaya,” jelas Gilang ketika dihubungi.

Kesempatan ini diambil oleh Modulus yang siap tampil prima dalam penampilan kedua mereka di TVRI, setelah mengisi acara Titian Muhibah bulan Februari 1990 lalu. Ini terbukti dengan keberanian mereka tampil secara ‘live’. “Sebab, dengan ‘live’, kemampuan kita akan terlihat," ujar Bimo Chondro, vokalis Modulus.

Modulus Band yang (waktu itu) tergolong masih belia ini, memang cukup punya daya pikat. Dengan personil Agus, Edwin, dan Ucok pada keyboard, Iwang pada bass, Audy pada drum, dan Bimo Chondro sebagai vokalis, maka bendera yang beraliran semijazz pun mereka kibarkan.

Kelebihan mereka tidak saja terbatas berani memasukkan unsur etnik tradisional Bali dan Sunda seperti pada lagu Rajawali, tetapi juga kekreatifan para personilnya dalam menciptakan lagu. Ini dapat dilihat pada lagu yang diciptakan Ucok, Sapa Sahabat yang dinyanyikan oleh Irma June, ataupun Bimo, sang vokalis yang turut menggarap lagu Kaulah Kasihku dengan irama pop jazz.

Kalau pada penampilan mereka kali ini, penggarpaan lebih dikonsentrasikan pada jazz standar atau lagu-lgau jazz yang paling umum. Modulus punya alasan sendiri. “Sebab, tidak banyak penonton mengenal jazz murni yang penuh improvisasi,” kata Bimo. “Untuk itu, kita coba tampilkan jazz yang masih bisa dinikmati awam,” sambungnya. Atau alasan Iwang, “Kalau kita masuk jazz banget, ciri Modulus malah hilang.”

Apapun alasan mereka, ternyata musik Modulus memang masih dapat menikmati orang awam sekalipun. Minimal kerutan dahi penonton hanya akan muncul pada saat mereka menampilkan instrument lagu Pesta Kurma yang memang berirama ‘fusion’ total.

Untuk vokalis bintang tamu, mereka bekerjasama dengan penyanyi pop yang kerap mengikuti berbagai festival, Irma June, Iwang berkomentar, “Walaupun Irma bukan penyanyi spesialis jazz, tapi dasar dia bernyanyi bisa diarahkan ke jazz.” Dalam paket ini, Irma (waktu itu) akan membawakan dua lagu, Kaulah Kasihku dan Sapa Sahabat. Modulus mengakui cukup senang tampil dalam Irama Jazz di TVRI. Bagaimanapun juga, itu penampilan perdana dalam Irama Jazz.

Sayangnya, untuk tayangan ‘live’ yang menarik macam itu, mereka pun (waktu itu) masih punya ganjalan pada ‘sound-system’ yang (waktu itu) masih saja kurang sempurna. “Sebab, kadang kedengaran dan kadang tidak terdengar, atau malahan banyak tidak didengarnya,” keluh Ucok.

Keluhan, ganjalan, dan kurang puas dari pengis iacara memang masih merupakan hal yang terlalu biasa di TV. Terlebih untuk pengisi acara yang terbilang cukup belia, macam Modulus ini. Bagaimanapun juga, seharusnya dan selayaknya, kiranya TVRI lebih mempermathikan keluhan-keluhan yang nantinya bukan menumpuk saja. Ini bukan untuk pengisi acara saja, tapi untuk perbaikan-perbaikan pihak TV sendiri.

Soal sepele, macam dekor saat itu, karena ini tayangan ‘live’, alangkah baiknya kalau dekorasi dipersiapkan lebih matang. Terus terang. Modulus kecewa dengan panggung kosong yang disediakan. Tanpa embel-embel hiasan apapun. “Malahan tulisan Modulus Band pun kita bawa sendiri dari rumah,” kata salah satu personilnya. Ya, alangkah sayangnya bila kerjasama seperti ini tidak bisa mereka lakukan.

Ditulis oleh: Turlukitaningdyah

Penyanyi/judul lagu & pencipta (dalam Irama Jazz edisi 25 Maret 1990):

Irma June & Bimo Chondro – Kaulah Kasihku (Agus HJ & Bio CT)

Bimo Chondro – Tinggalkan Kenangan (Edwin SR & Adelansyah)

Irma June – Sapa Sahabat (Ucok M. Parulian)

Modulus Band (inst) – Pesta Kurma (Agus HJ)

Modulus Band (inst) – Funky Jack (Yuman)

Modulus Band (inst) – Rajawali (Modulus)

Dok. Monitor – No. 195/IV/Minggu, 25 Maret 1990, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer