ROBERT URICH (FIGHTING BACK, FILM CERITA/TVRI - MINGGU, 15 JANUARI 1989 Pkl: 13.15 WIB)

 
JALAN karir yang harus dilalui Bob – nama panggilan Robert Urich – tidak semulus para karibnya, Tom Selleck maupun John Travolta. Kalau Hollywood menggolongkan kedua aktor itu dalam jajaran bintang kelas A, Robert Urich, pemain Fighting Back yang diputar TVRI kali ini, disebut pemain kelas D. 

“Kami jenuh dengan Hollywood yang sudah tidak memberi perhatian pada orang seperti kami. Sebagai kelompok bintang kelas bawah, kami lalu memutuskanpindah ke desa, dan hidup bersama rakyat kecil,” demikian pengakuian istri Urich, Heather, pemeran Louisa dalam The Sound of Music (film bioskop-red).

Walaupun demikian, penggemar film televisi Amerika, pasti kenal nama Spencer, detektif yang berjiwa sosial dalam seri For Hire tayangan ABC (kemudian di Indonesia tayang di RCTI/SCTV-red). Peran itulah yang tampaknya membuat Urich sedikit terhibur. “Apalagi kehidupan sosial tokoh Spencer punya kemiripan dengan saya yang cenderung memperhatikan kehidupan rakyat kecil.”

Memang, tidak terlalu berlebihan. Asal usul lelaki tegap setinggi 182 ini membuktikan hal itu. Ayahnya yang pekerja pabrik baja serta ibunya yang buruh kebersihan mengajarkan banyak tentang bagaimana harus berjuang untuk tetap hidup. Nyatanya pelajaran serupa juga dihadapi penggemar sepakbola ini di dunia film.

Bayangkan, selama 15 tahun (sampai saat itu, 1974-1989, red) malang-melintang di Hollywood, tak memberinya sesuatu yang bisa disebut kesuksesan. Film pertamnaya The Rainmaker yang dimainkan bersama Burt Reynold, hasilnya biasa-biasa saja. Menyusul kemudian, film seri TV: Rob & Carol & Ted & Alice dan Tabith aand soap juga tidak terlalu menarik. Belum lagi Gavilan yang produksinya tertunda-tunda dan Endangered Species yang jatuh di pasaran.

Untung filmnya Vegas cukup laris, terutama pernanya sebagai Dan Tanna tokoh macho di film itu membantu mengangkat namanya. Merasa Hollywood tak cukup bisa menentermamkannya, Urich banting setir, biin perusahaan film sendiri Urich Productions. Produknya untuk konsumsi televisi.

Usaha ini tampaknya menjadi pilihan yang cukup mantap bagi Urich. Tentu saja di samping kecintaan terhadap keluarganya, terutama Emily, (saat itu) 8 tahun dan Ryan, (waktu itu) 10 tahun, kedua anak angkatnya. “Kehidupan keluarga mampu mengubah hidup saya. Saya bisa belajar bersaba rdan tekun dalam berkarya karena mereka.”

Ditulis oleh: Djoko Suprijadi

Dok. Monitor – No. 115/III/minggu ke-2 Januari 1989/11-17 Januari 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer