RM SUNARTO
THE JAPAN PRIZE. Piala Gatra Kencana (GK) mulai
dikongkretkan sejak tahun 1982. Piala ini dimaksudkan untuk merangsang TVRI
Pusat maupun daerah menggarap paket tertentu yang menarik. “Untuk meningkatkan
mutu siaranlah,” jelas RM Sunarto, (saat itu) 55 tahun, kepala direktur bina
produksi TVRI Pusat. Biasanya, lomba ini diselenggarakan tiap tahun sekali, pas
TVRI berhari jadi.
Tahun 1986, paket Air Sumber Kehidupan produksi Yogya yang menempati posisi ketiga – pertama Nenas (TVRI Palembang), kedua Pompa Hisap Dari Bambu (TVRI Jakarta) – justru meraih hadiah ‘Special Prize’, salah satu dari ‘Japan Prize’ – sebuah jawatan televisi pemerintah.
Kalau kemudian yang dikirimkan ke Jepang justru yang di Indonesia menempati peringkat ketiga, itu karena naluri Sunarto yang jeli. “Kayaknya ia yang lebih pas untuk disertakan,” ungkapnya. Tak jelas, apakah nalurinya ini sudah terasah atau karena bisa membaca selera juri di Jepang atau sebab lain. Maklum, Sunarto pernah mengikuti ‘programming & production’ di NHK Jepang.
Toh kemenangan yang diumumkan 11 November 1987 itu tak membuahkan hadiah apa-apa. “Hanya tropi. Tapi bukan itu tujuannya. Yang penting, bangsa kita terangkat di dunia internaisonal. Kalau orang asing bisa menghargai, kenapa kita sendiri tidak?” Selalu, kurang percaya diri itu harus “dipompa” dari luar, ya pak?
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 62/II/minggu ke-2 Januari 1988/6-12 Januari 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar