RIO SILAEN (HUT TVRI KE-26, TVRI - RABU, 24 AGUSTUS 1988 Pkl: 21.30 WIB)
RIO Richard Gunung Silaen, kelahiran Jakarta, 24 Januari 1975, tinggi berat (waktu itu) 155-55 boleh jadi hidup makmur. Itu bila mau dilihat dari postur tubuhnya yang tambun. Cukup pantas sebagai penyanyi seriosa. “Saya sekeluarga senang musik dan nyanyi, memang.” Menyanyi sejak kelas IV SD, putra pasangan LP Siahaan Silaen dengan M. Silaen itu merasa senang dan bangga dengan dirinya. “Saya juara I festival ‘pop singer’ anak-anak se-Jawa-Bali, 1987.”
Lalu, sering pula mengisi berbagai acara pergelaran. Kesibukannya, memang tak sebatas nyanyi-menyanyi. “Saya juga berenang, nyanyi sih sambilan saja.”
Apa tak suka menjadi penyanyi? Gelengan kepala menjawab pertanyaan. “Saya ingin menjadi sutradara film. Sejak kecil saya sudah sering ikut drama gereja.” Tapi, sampai 1988, belum juga terlibat dalam produksi film. Apalagi main dalam sinetron TV. Jadi, kalau 1988, sering muncul di TVRI bersama grup Bina Vokalia pimpinan Pranajaya yang juga gurunya, ya cuma karena menyanyi.
Semua jenis lagu dan musik disukai. Yang tak disukai juga ada. “lagu-lagunya Obbie Messakh. Masak ngajarin orang menderita melulu?” Tapi, bukan karena tak suka lagu-lagu Obbie khan kalau Rio tak berkeinginan menjadi penyanyi? “Gimana saya mau suka sama lagu-lagu cengeng? Orang diajarin nggak boleh cengeng, kok.”
Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy
Dok. Monitor – No. 95/II/minggu ke-4 Agustus 1988/24-30 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar