RINI S. BONO (SERIAL BARUNA, TVRI - RABU, 13 JANUARI 1988 Pkl: 21.30 WIB)

 

RINI S. Bono (saat itu) 32 tahun, tak tahu di episode berapa saja ia menjadi dokter dalam serial Baruna. “Dari 10 judul, saya hanya ikut 6.” Episode lain, perannya digantikan orang lain. Bukan karena aktingnya jelek, atau produser ogah memakainya lagi kayak dalam film seri barat, namun Rini sendiri yang tak bisa terlalu banyak membagi waktu.

Di sandiwara televisi, selain ikut dalam Lagu-Lagu Minor dalam sepekan sinetron dan satu episode awal serial Pondokan, katanya, kalau bukan Teguh Karya yang mengajaknya, ia tak bakalan ikut membintangi sinetron Pulang. “Untungnya, di teve (TVRI-red) cuma seminggu syutingnya.” Karenanya, setelah permainannya yang cemerlang dalam film Bintang Kejora itu, tak ada lagi ia membintangi film maupun sinetron.

Artinya, memang bukan alasan honor yang membuatnya ogah main di televisi. Januari 1988, Rini masih terus sibuk menyongsong lomba cipta lagu yang bertemakan kampanye produksi dalam negeri, Februari 1988. Dan ia sebagian posisi yang paling sibuk dalam kepanitiaan.

Jadinya, ia hanya bisa istirahat pas malam hari hingga pagi hari. Selebihnya, ya itu tadi, di kepanitiaan dan sesekali mengantar jemput putra-putranya sekolah. Kalau Teguh mengajak lagi? “Ah, nggak ah. Kasihan kantornya.”

Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana

Dok. Monitor – No. 63/II/minggu ke-3 Januari 1988/13-19 Januari 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer