RAGAM PESONA GULUNG TIKAR BULAN MARET 1988 INI (RAGAM PESONA, TVRI - MINGGU, 13 MARET 1988 Pkl: 22.30 WIB)
BAGI penggemar Bob Tutupoly dengan kuis Ragam Pesona (TVRI),
(kala itu) sisakanlah waktu untuk menyaksikan finalnya. Sebab, inilah
penampilan terakhirnya. Sekitar 5 tahun bercokol (1983 s/d 1988-red), mulai
dari Pesona 13 sampai diubah menjadi Ragam Pesona, acara satu ini tidak begitu
menjadi idola, tidak pula di posisi yang sia-sia. Acara ini terasa hadir karena
adanya bintang-bintang tamu penyanyi yang biasanya lebih menghangatkan suasana.
Justru yang menjadi hambatan adalah bintang tamu ini. Seperti kata Bob, “Pada saat kita sudah kontak dan memberitahu hari rekaman pada bintang tamu, jadwal berubah. Sementar aartis pada hari lainnya sudah kontak nyanyi, mungkin ke daerah.”
Kecuali itu, Bob pun harus berusaha keras menyesuaikan, terutama dari tinggi rendahnya vokal duetnya. Bukan berarti dengan hapusnya Ragam Pesona, lantas saja Bob hapus juga. Dia (waktu itu) tengah merencanakan kuis pengganti. Salah satunya (waktu itu) akan dibawakan Koes Hendratmo. Lantas, apa yang dapat dicatat dari kuis satu ini?
“Waktu bu Ani Sumadi, penanggung jawab kuis ini, harus ikut suami yang duta besar di Meksiko, praktis acaranya jalan sendiri, kami kadang-kadang meraba-raba. Pertanyaannya kadang-kadang kami cari begitu saja,” tutur pengarah acara, Dirhamsyah.
Bagi Bob, ini tak jadi soal. Pengertian Ragam Pesona baginya tidak sekadar penambah pengetahuan, tapi harus ‘entertainment’. Cuma, dia prihatin juga, terutama terhadap peralatan yang ada. “Mestinya, untuk satu paket yang lebih bersifat ‘entertain’ itu harus ditunjang peralatan canggih.” Lebih jauh katanya, “Akhir tahun (1988-red), TVRI harus berhadapan dengan SST (saluran siaran terbatas, RCTI-red). Kalau peralatan yang mendukung bisa dipenuhi, tentu lain soalnya.”
RAGAM KUIS. Selama perjalanannya yang panjang, Ragam Pesona menghadirkan penyanyi dan nyanyian berjumlah banyak. Bahkan ada pemirsa yang meminta lagu-lagu itu direkam. Sempat pula menghadirkan lagu-lagu barat – yang entah karena apa, belakangan itu seperti diharamkan. Bob pun pernah berkeinginan membuat bentuk tebakan lain. Misalnya, tebak judul lagu. Keinginan itu tampaknya (perkiraan waktu itu) kala itu – harus dibenam dulu.
Selain Ragam Pesona, TVRI (waktu itu) masih punya Kuis Keluarga, sekalipun tampaknya (waktu itu) masih meraba-raba. Pernah Rusdi Pnajaitan, dari bapora menjanjikan kemungkinan menampilkan kelaurga bahagia yang sesungguhnya tidak sekadar menampilkan orang terkenal atau artis. Barangkali untuk ini, TVRI kalah dari RTM-1 yang menayangkan Kuis Keluarga beneran.
Mereka hadirkan sosok keluarga yang tampak serasi: ayah, ibu, dan anak-anak (era itu) bertanding dengan keluarga bahagia lainnya. Pertanyaan-pertanyaannya juga sederhana dan banyak mengundang tawa. Misanlya, suami disuruh mengenali tulisan istri. Dari sisi ini, dibanding dengan kuis-kuis yang pernah ada, yang (kala itu) memang kalah jauh. Karena dulu (jauh sebelum 1988-red) penuh sponsor?
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 71/II/minggu ke-2 Maret 1988/9-15 Maret 1988, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar