PURNAMA DI RUMAH SUSUN: "ISU DI TENGAH SINETRON YANG PENUH PESAN" (TVRI PROGRAMA 1 - MINGGU, 4 JUNI 1989 Pkl: 22.30 WIB)

 CEMBURU. Husnah (Rina Hasyim) cemburu, kalau-kalau suaminya ada main dengan Purnama.

SUTRADARA Nya Abbas Acub pernah membuat film Cintaku Di Rumah Susun (layar lebar-red). Boleh jadi pengarah acara Husein Kusuma ikut-ikutan menelurkan sinetron Purnama Di Rumah Susun. Skenario ditulis Alex Suprapto Yudho.

Husein dikenal sebagai penggarap sinetron daerah. Jika dia (belakangan itu) membesut Purnama, ia seperti diuji. Memang, dia pernah mencuatkan sinetron melodrama, umpamanya Menembus Rintangan Kabut, yang hasilnya kurang menyentak itu.

Dalam Purnama (itu nama seorang penyanyi) ada pesan “humas”. Yakni mengenai perumahan. Terutama rumah susun yang konon merupakan salah satu alternatif pemecahan perumahan di kota-kota besar. Pernik-pernik kehidupan rumah susun pada sinetron Purnama.

Sama juga Nya Abbas Acub - sewaktu menetaskan Cintaku. Hanya penyampaian yang berbeda. Husein terasa sangat serius. Sedang Nya Abbas membungkusnya dalam format komedi. Celakanya, keseriusan Husein malah menjadikan verbal. Bumbu humor terasa tempelan, bukan sebagai penyegar.

Kisah Prawoto memang melebar. Konflik yang muncul tak cuma gosip soal Prawoto ada “main” dengan penyanyi cantik Purnama, tapi juga tentang kecerewetan si istri yang tak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di rumah susun, selain problem Parlin.

Parlin adalah kawan akrab Prawoto sewaktu masih di kampung. Kampung Parlin terkena peremajaan kota. Karena itu, Prawoto mengajak sang kawan baik supaya pindah saja ikut tinggal di rumah susun. Sinetron Purnama berakhir dengan damai. Artinya, konflik yang timbul berhasil terlerai rapi, semua itu cuma karena keaslahpahaman belaka. Suasana yang rumit telah mereda. Husnah, istri Prawoto, toh akhirnya tak mencurigai lagi kelakuan sang suami.

Pun Parlin sudah mengerti bahwa tidaklah benar tinggal di rumah susun problemnya 10 kali lipat daripada tinggal di kawasan biasa. Dan dalam layar televisi – situasi siang hari – terlihat rumah susun dari jarak tertentu. Parlin dengan mobil yang mengangkut barang-barangnya mabuk. Lalu disambung – suasana malam hari – dengan adegan Purnama melambaikan tangan. Sebuah mobil meninggalkan rumah susun setelah menagantar Purnama dari tempat kerja di klub malam.

Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi

PURNAMA DI RUMAH SUSUN

Purnama – Meta Armys

Husnah – Rina Hasyim

Prawoto – Kusno Sudjarwadi

Zulkarnaen – Arthur Tobing

Sora – Anneke Puteri

Bu Rachim – Citra Dewi

Pengarah acara: Husein Kusuma

Skenario: Alex Suprapto Yudho

Batas usia: 17 tahun ke atas

Produksi: TVRI Stasiun Pusat Jakarta.

Dok. Monitor – No. 135/III/minggu ke-5 Mei 1989/31 Mei-6 Juni 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer