OBBIE MESSAKH (ANEKA RIA SAFARI, TVRI - MINGGU, 4 SEPTEMBER 1988 Pkl: 21.30 WIB)
OBBIE Messakh, (saat itu) 30 tahun, sangat berhati-hati menanggapi masalah lagu cengeng. “Habis, mau bagaimana lagi, lagu-lagu saya banyak mempermasalahkan mengenai laki-laki dan wanita, baik itu masalah cinta maupun rumah tangga. Dan lagu-lagu saya memang diproritaskan untuk kalangan menengah ke bawah. Kalaupun untuk menengah ke atas, ya, sulit untuk dipasarkan!”
Obbie pun kurang setuju jika Hati Yang Luka (lagu ciptaannya yang dilantunkan Betharia Sonatha-red) dikatakan lagu cengeng. Alasannya, “Saya justru tak ingin melihat wanita diperlakukan sewenang-wenang. Saya ingin wanita bisa mandiri dan tegas dalam memechakan persoalna rumah tangga!”
Karenanya juga, Obbie yang (waktu itu) baru saja meraih Golden Record, (waktu itu) masih tetap akan mencipta jenis yang tak jauh berbeda. Meski, “Mungkin untuk smenetara lagu-lagu yang bertemakan rumah tangga akan saya tinggalkan, sampai masyarakat membutuhkan lagi lagu-lagu semacam itu.”
Lalu, apa lagi, Bie? “Sambil menunggu penjelasan mana lagu cengeng, mana lagu sedih, mana lagu gembira atau bersemangat dan lain-lainnya, saya akan terus mencipta.” Obbie juga mengatakan, kalau perlu dibentuklah badan sensor, macam Badan Sensor Film (BSF). “Jika ada yang dianggap merusak mental pendengar, ya tidak usah direkam dan diedarkan. Biar dismimpan saja oleh penciptanya atau produser kaset, itu khan lebhi baik dan bisa dikontrol.”
Ditulis oleh: Dharono Trisawego
Dok. Monitor – No. 96/II/minggu ke-5 Agustus 1988/31 Agustus-6 September 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar