NURUL QOMAR (ANEKA RIA SAFARI, TVRI - MINGGU, 5 JUNI 1988 Pkl: 21.30 WIB)

 

NURUL Qomar atawa Komar “Tomtam”, ingin total sebagai pelawak. Lantaran dunia laak itulah ladang hidupnya (belakangan itu). Keinginan itu dia buktikan dengan menggundulkan kepala, sesaat sebelum tampil untuk rekaman Aneka Ria Safari (TVRI), Rabu, 25 Mei 1988 lalu. Kebetulan dia membawakan lagu anak-anak.

Pelawak yang pernah mengajar dan menjadi kepala sekolah taman kanak-kanak (TK) itu tak kecil hati kalau kemudian nantinya anak-anaknya, Arya Bahurpingga, (saat itu) 4 tahun, dan Dima Sufi Abijasa, (waktu itu) 5 bulan, jadi pelawak juga. “Gimana mesti khawatir? Bapak ibunya pelawak dan mereka saya hidup dari hasil pelawak.”

Memang, Dwi Kurnia Wulyanti, istrinya, pernah menjadi juara lawak. “Jaura beneran, walaupun yang menjadi juri ketika ikut lomba, saya.” Selain melawak, taka da kesibukan dia yang lain. Urusan mengajar, sudah sepenuhnya ditangani istrinya. “Kesibukan saya sekarang (1988-red) cuma nongkrong di rumah. Baca koran pagi, lalu monitor berita radio dan televisi (TVRI-red), lantas ngelamun.”

Untuk soal yang terakhir disebut itu, memang kegemarnanya, sambilt idur bermalas-malasan di atas dipan. Pengagum Syeh Siti Jenar yang senang melihat cewek setengah tua ini agaknya berpikir efisien dalam hal menggundulkan kepalanya. “Bulan Juli mendatang (1988-red) saya khan naik haji? Jadi, nggak perlu lagi menggunting rambut di Mekkah sana, khan?”

Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy

Dok. Monitor – No. 83/II/minggu ke-1 Juni 1988/1-7 Juni 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer