NITA BONITA

 
PROGRAMA 2. Mulai muncul di kaca kamera teve, menyiarkan acara TVRI Programa 2 (waktu itu). Nita Bonita, Juni 1989 nantinya, (waktu itu) 23 tahun, kala itu – mahasiswi semester VI fakultas ilmu komunikasi Prof. DR. Moestopo (Beragama), Jakarta. Terpilih sebagai salah satu penyiar teve setelah berhasil menyingkirkan 300 peserta.

Selain Bonie – panggilan akrab putri sulung pasangan Nusrat Adisaputra-Anne Irawati Refida – ada 8 penyiar lain yang berhasil lulus tes. Dua di antaranya penyiar pria. Kesemuanya dari universitas yang berbeda.

“Saya bangga, sebab jadi penyiar memang sudah cita-cita sejak kecil. Begitu tahu saya lulus tes, wah bangga deh. Mama yang pertama saya cium pipinya,“ ujar Nita, yang senang melihat cowok berkumis tipis ini. Sebelum menjadi penyiar, Nita beberapa kali pernah mengisi acara teve (TVRI Programa 1-red). Antara lain Wajah Baru, Keroncong Remaja, dan Hiburan Malam. “Tapi saya lulus tes teve benar-benar ikut tes, lho. Bukan karena pernah ngisi acara teve.”

Kesempatan mengikuti tes, diketahui Nita dari tawaran pihak TVRI ke kampus-kampus. Menurutnya, yang tersulit: tes kamera. “Meski sering tampil di muka umum, saya sempet grogi. Cukup lama deh, sekitar sebulan.”

Saking kepengennya menjadi penyiar, penyenang warna biru, hijau, dan suka makan pizza ini memohon sungguh-sungguh sama Yang Di Atas. Sampai menjalankan sholat malam beberapa kali. “Ya, namanya manusia, ya. Setelah berhasil keinginannya, nggak sholat lagi,” ujarnya mengaku.

Bagi Nita sendiri, profesi penyiar bukan pekerjaan yang mudah. Perlu wawasan luas dan penampilan yang simpatik. “Wanita ideal adalah wanita yang mampu berdwifungsi. Di luar berhasil, di rumah apalagi. Tapi memang sulit, ya? Sebisa-bisanya deh kita ngatur waktu untuk keduanya.”

Ditulis oleh: Ida M. Palaloi

Dok. Monitor – No. 135/III/minggu ke-5 Mei 1989/31 Mei-6 Juni 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer