NETTY HERAWATY (TRAH, TVRI - KAMIS, 21 JANUARI 1988 Pkl: 21.30 WIB)
AKTRIS tua (kala itu), Netty Herawaty, (saat itu) 58 tahun, pemeran Retno Dumilah dalam sinetron Trah (TVRI), belakangan itu – tinggal mengingat masa-masa ketika ia jaya sebagai artis laris, tahun 1960an. “Kejayaan sebagai bintang seksi sudah hilang. Sekarang (1988-red) peran ibu-ibu saja.”
Toh, ia tak pernah merasa takut menghadapi masa-masa senja. Tak ada yang bisa dituntut-tuntut, dan ia tetap menjalani hidup bersama suaminya, Darussalam, juga aktor tua. Menghadapi realitas, lebih dikarenakan persoalan yang dihadapi sepanjang perjalanan hidupnya penuh dengan kekerasan. Lahir di Surabaya, 4 April. Ketika sekolah, fasisme Jepang menancapkan kekuasaannya di Indonesia. Sekolah-sekolah ditutup.
Di usia 14 tahun, ia main sandiwara sambil lontang-lantung, bersama grup sandiwara Bintang Timur pimpinan Djamaluddin Malik. Tahun 1949, ia hijrah ke Jakarta, dan film Saputangan ia libati. “Waktu itu, bayarannya bulanan, sebulan 7.500,” kenang pemeran pembantu terbaik tahun 1964 lewat film Di Balik Cahaya Gemerlapan ini.
Akhirnya, ia pindah ke produser lain yang menggajinya 40.000 per bulan. Ditargetkan, 4 judul untuk setahun. Kalau film sampai terbikin lebih dari 5, maka honor bisa ditambah. Masa tua, masa tua. Memang (hanya) pantas untuk dikenang.
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 64/II/minggu ke-4 Januari 1988/20-26 Januari 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar