MUTIARA SANI


DOA, DONGENG. Lakon kaisar vs Brutus yang pernah menjadi bahan pembicaraan ramai di berbagai surat kabar, ternyata bagi Mutiara Sani yang juga terlibat di dalamnya, bagaikan suatu dongeng. “Soalnya, setelah peristiwa yang menyudutkan itu, sampai detik ini, saban harinya saya menerima lebih 30 surat. Dan inilah yang membuat saya kelabakan menjawabnya," ujar Muti yang (waktu itu0 bersama Sanggar Pelakon menyiapkan miniseri Sitti Nurbaya untuk TVRI.

Toh, surat yang diterima sebanyak itu umumnya bernada sama. Begitu prihatin dan menyayangkan kejadian itu. “Bahkan tidak jarang terdapat beberapa surat yang mendoakan khusus buat saya. Saya pun trenyuh jadinya. Saya juga menjadi lebih menyadari bahwa hidup ini juga sebuah doa.”

Tentang kritikan pedas terhadap dirinya karena seringnya ia tampil di layar dan membikin pemirsa bosan, Muti hanya angkat bahu. “Saya tidak perlu memberikan kritik balik. Saya lebih baik memilih nggak berkomentar. Toh, semua tahu kalau saya pemain televisi. Jadi, lumrah kalau saya bereksperimen di televisi pula.” Mengenai surat-surat yang terlambat dibalas? “Barangkali akan menjadi kisah tersendiri, dan saya akan menulis skenarionya. Tapi saya minta maaflah.”

Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi

Dok. Monitor – No. 140/III/minggu ke-1 Juli 1989/5-11 Juli 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer