META ARMYS (PURNAMA DI RUMAH SUSUN, TVRI PROGRAMA 1 - MINGGU, 4 JUNI 1989 Pkl: 22.30 WIB)
META Armys (waktu itu) mulai bingung. Usia (saat itu) 23 tahun, kuliah (waktu itu) masih tingkat IV. “Terus khan makin tua.” Maka berhubung kedua orangtuanya menuntut sekolahnya harus selesai, Meta menggenjot diri. “Saya harus konsentrasi belajar. Apalagi semesternya sudah semakin mendesak.” Ini pula alasannya kenapa jarang menyanyi di layar kaca, juga rekaman kaset. Tapi, kok tiba-tiba main sinetron? “Rekamannya sudah beberapa bulan lalu.”
Di Purnama, Meta menjadi tokoh Purnama yang menyanyi di klub malam. Tinggal di rumah susun dengan segala risiko, mendengar bisik-bisik setengah menuduh. “Pokoknya, di cerita itu menjadi bahan pergunjingan. Ada istri yang merasa suaminya main dengan Purnama dan macam-macam.”
Meta merasa tidak sulit memerankan Purnama. Pertama, kamera dia memang penyanyi, terus nyanyinya pun pakai playback’. “Soal akting, Meta khan sudah esring ikutan sinetron. Di RTM juga Meta pernah main sama mama.” Si manis kelahiran Medan ini merasa aman tinggal di rumahnya bilangan Kalibata, Jakarta, meski lebih banyak berdua adiknya Mega Selvia, penyanyi juga. “Karena tujuan memang sekolah, kami harus konsentrasi. Bertepatan lingkungan tak begitu rame, makin asyik.”
Tapi, kata Meta, mama paling sering kontrol ke Jakarta. Selain melepas rasa rindunya, mama juga sekalian mengecek bisnis anak-anak, ya itu tadi, sebagai penyanyi, pemain drama, dan satu lagi profesi Meta, model iklan. “Yang terakhir ini tak pernah terhambat. Meski harus khusyuk sekolah, saya merasa tidak terganggu. ‘Wong’ cuma pemotretan.” Tapi, ngomong-ngomong gimana soal merasa tua tadi? “Ah, biar sajalah. Jodoh dan lain-lain khan di tangan Tuhan.”
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 135/III/minggu ke-5 Mei 1989/31 Mei-6 Juni 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar