MERAIH PRESTASI LEWAT DONGENG (PSIKOLOGI ANDA, TVRI - SELASA, 23 AGUSTUS 1988 Pkl: 18.35 WIB)

Dra. Rieny Kusien

PRESTASI, sebuah kata yang – entah disadari atau tidak – seringkali menimbulkan rasa kekhawatirna pada hati seseorang. Itu bisa karena untuk keperluan diri sendiri atau orang lain. Bila orangtua tengah memikirkan prestasi yang dicapai anaknya – yang mungkin dianggap di bawah standar -kehendaknya – orangtua itu akan memacu anaknya demikian rupa hingga bisa memuaskan harapannya.

Hal yang selayaknya dilakukan orangtua. Namun demikian, tidak jarang orangtua hanya sekadar “menuntut”, agar harapannya terpuaskan. Tanpa memikirkan akibat buru, yagn bisa timbul pada diri si anak, karena ulahnya itu.

Kemampuan setiap anak tidaklah sama, dan ada kemungkinan bahaw anak itu belum mengerti apa yang harus dikerjakan. Kalau tidak, kemungkinan si orangtua salah atau tidak pernah memberikan motivasi terhadap anak agar berprestasi. Padahal motivasi – menurut pakar-pakar psikologi – dapat menerangkan faktor-faktor yang mengarahkan perilaku pada tujuan tertentu.

Seseorang yang memiliki motivasi akan bekerja lebih efisien dan lebih melibatkan diri pada hal yang tengah dilakukan dibanding dengan mereka yang tidak termotivasi. Orang yang lapar tentu akan lebih memiliki motivasi untuk mencari makanan agar bisa makan.

Ini sekadar contoh. Menurut McClelland, pada dasarnya, manusia itu memiliki 3 motif sosial yang berperanan. Yaitu motif berprestasi, motif bersahabat, dan motif berkuasa. Dari ketiga motif ini tidak disebutkan bahwa salah satu motif lebih baik dari yang lain.

BANGUN, BANTU. Menurut Dra. Rieny Kusien, psikolog yang membawakan acara ini di TVRI, ketiga motif itu dapat dipelajari lewat lingkungannya. Karena lingkungan terdkeat seorang anak adalah keluarganya, maka apa yang diciptakan oleh orangtua akan membentuk pola yang sama pula bagi anaknya. Bila orangtua menghendaki anaknya berprestasi, maka orangtua berkewajiban membangun dan membantu si anak untuk memiliki motivasi berprestasi.

Motif berprestasi mempunayi ciri-ciri: cenderung berbuat sesuatu lebih dari yang lain; selalu memanfaatkan umpan balik dari yang pernah dilakukant erdahulu dan mempunyai target di atas pencapaian yang pernah dicapainya, serta cenderung untuk tidak melakukan sesuatu yang mempunyai risiko kegagalan yang tinggi, maka orangtua seyogyanya membimbing anaknya ke arah itu.

Komunikasi yang baik terhadap anak sangat diperlukan. Dengan demikian jalinan antara orangtua dengan anak bisa menjadi erat. Orangtua bisa dijadikan mitra bagi naaknya dalam memecahkan persoalan. Selain itu, orangtua juga harus bisa memberikan contoh kongkret di depan anaknya.

Menanamkan motif berprestasi sejak dini bisa berarti telah menanamkan investasi yang besar yang nantinya akan merupakan bekal bagi si anak untuk menujang kemampuan bersaing di dalam masyarakat seperti sekarang ini.

KECAM, CEKAM. Membacakan dongeng, bagi anak prasekolah, memang baik. Tapi akan lebih bermanfaat lagi bila orangtua tidak sekadar membacakan, namun juga mengupas sedikit makna yang terkandung dari cerita itu. Tentu saja hal-hal yang bisa membangkitkan motivasi berprestasi.

Bagi anak yang sudah sekolah, orangtua sebaiknya membimbing anak agar dapat membuat rancangan, sasaran, yang nantinya dapat ia capai sesuai dengan kemampuannya. Orangtua bijaksana semestinya bisa mengajak ankanya menjadi orang yang penuh perhitungan. Realistis.

Terus menerus mengecam kegagalan anak, hanya akan membuat anak semakin tercekam oleh motif kekuasaan dan mengalihkan kesalahan pada keadaan. Sebaliknya, bila kita bersedia membimbing si anak untuk mengevaluasi kegagalannya dengan lebih seksama, mungkin hal ini akan lebih menguntungkan. Sebab, dengan demikian, kita telah mengajarkan bagaimana mengukur kekuatan sendiri.

Mengetrapkan kebijaksanaan yang demikian dalam keseharian memang bukan hal yang gampang. Tapi karena “kebaikan” anak merupakan harapan orangtua juga, mau apalagi?

Ditulis oleh: Gregorius “Gege” Sarsidi

Dok. Monitor – No. 94/II/minggu ke-3 Agustus 1988/17-23 Agustus 1988

Komentar

Postingan Populer