MENCIPTA LALU MENYANYI. HAL BIASA, BIAR SUARA SERING TAK MEMADAI (ANEKA RIA NUSANTARA, TVRI - MINGGU, 21 AGUSTUS 1988 Pkl: 21.30 WIB)

 

Tio Fanta Pinem 

PENCIPTA jadi penyanyi atau sebaliknya, hal biasa terjadi di sini. Pasar kaset yang menjanjikan banyak kemungkinan membuat banyak pihak tergiur. Sampai-sampai yang sebetulnya tak pantas pun dipantas-pantaskan. Maka siapa yang kaut berpromosi, lebih besar kemungkinan menang.

Banyak nama jadi contoh. Rinto Harahap yang berangkat dari penyanyi dan pemain di grup The Mercy’s membuktikan diri menjadi salah seorang pencipta lagu pop yang berada di jajaran atas. Lalu, Obbie Messakh yang beranjak dari pencipta, belakangan itu mencuat menjadi penyanyi pula. 1988, Kuntet Mangkulangit, pencipta Judul-Judulan yang melejitkan nama Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR), hadir pula jadi penyanyi. Lagunya berjudul Umumnya.

Tak jauh dari lagu-lagu “aneh” ciptaannya. Yang justru perlu dicatat adalah Kuntet – yang selalu mengenakan ikat kepala – berwajah tanpa ekspresi. Jika melihat yang sudah-sudah, Kuntet ditarik jadi penyanyi karena ciptaannya pernah melejit. Siapa tahu namanya bisa ikut membumbung.

Bukan hal mustahil. Apalagi mayoritas pendengar musik kita menikmati musik (waktu itu) masih sekadar “dengar-dengar” belaka alias hiburan Pelepas lelah. Meski begitu, ciptaan-ciptaan yang bias ngetop, selalu menjadi idola. Dan tentu saja, ada keingintahuan tentang penciptanya.

Simaklah Hati Yang Luka (lagu karya Obbie Messakh yang dilantunkan Betharia Sonatha-red), yang muncul dalam berbagai versi. Ketika Obbie Messakh muncul menyanyikan jawabannya, dengan cepat bisa menusuk pasar. Itulah situasi dunia lagu pop kita. Siapa yang berani, itulah yang menang. Belum mutlak terpakai (waktu itu) istilah siapa yang baik dan apik diterima.

Sebanyak 12 artis (waktu itu) akan muncul pada ARN kali ini. Yang bisa diberi 2 bintang: Utha Likumahuwa dengan lagu Cemas serta Titi Dwijayati (Ekspresi) yang sekaligus diiringi sang pacar (kala itu), Indra Lesmana. Lalu, Charles Hutagalung dengan lagu Leleng Maho Amang meraih 1 bintang bersama-sama Tio Fanta Pinem dengan lagu Ambil Saja Semua Milikku.

Penyanyi lainnya: Maya Angela yang rekaman belakangan. Lalu Indah Permatasari dengan lagu Tak Seindah Janjimu, Meliana Cessy (Melly Goeslaw atau Melly Potret-red, Pilihanku Deritaku), Leo Waldy (Hati Yang Sakit), Kuntet Mangkulangit (Umumnya), Cindy Agustine (Hati Yang Satu Rindu), Tommy Sumarni (Ranking Pertama), Wacha AS (Kukejar Kau Lari). Lawak selingan: Srimulat.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 94/II/minggu ke-3 Agustus 1988/17-23 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer