MALAM MINGGU - STOK LAGU DI ALBUM MINGGU MAKIN BANYAK. SEMOGA KESALAHAN TULISNYA TIDAK (ALBUM MINGGU, TVRI PROGRAMA 1 - 18 MARET 1990 Pkl: 10.06 WIB)
SUDAH cukup lama (kala itu) kita tidak bertandang ke paket
acara yang kita gemari ini. Maklum, acara TV nampaknya (waktu itu) makin
kacau-balau. Tapi sebenarnya tidak aneh. Menjelang pergantian pola acara,
biasanya TV sudah mencoba-coba pola acara yang (waktu itu) akan disiarkan.
Rencananya (kala itu) pola siaran baru (ketika itu) itu, (waktu itu) baru akan
dimulai pada 1 April 1990 (yang saat itu akan) datang.
Beberapa waktu sebelumnya, paket Album Minggu sempat menghilang. Dan kalau (belakangan itu) muncul lagi, bahan yang mau disiarkan sudah makin bertumpuk. Sudah punya stok dua Safari dan satu Selekta Pop (keduanya disiarkan TVRI Programa 1-red). Terlalu banyak memang yang antre, sampai-sampai TVRI makin tidak tahu lagi mana yang harus dipilih.
Dari Safari, bisa jadi (perkiraan saat itu) Aryo Grup dengan lagunya yang berjudul Cuci Mata atau Dian Piesesha yang membawakan Aduh Sayang Jangan Engkau lupa dan dari Selekta Pop bisa jadi (perkiraan waktu itu) Ita Purnamasari dengan lagu Selamat Tinggal Mimpi dan membalik-balik paket-paket lama (ketika itu), ternyata Gank Pegangsaan dengan lagu Dirimu. “Kita sih daftarin lagu itu buat masuk Album Minggu tanggal 18 (Maret 1990-red) ini, tapi kita nggak tahu masuk apa tidaknya.”
Ini keterangan pihak produser mereka. Wajar sjaa, lagu ini terus diusahakan untuk tampil. Soalnya di beberapa anak tangga, lagu tersebut mampu bercokol beberapa minggu.
Padahal, kalau kita hitung sejak 1 Januari 1990, lagu Dirimu sudah nongol sebanyak 5 kali. Pertama di Trend Musik ’90, Selekta Pop, Album Minggu, dan terakhir pada acara Titian Muhibah (keempatnya diputar TVRI Programa 1-red). Selain itu, Ita Purnamasari pernah pula tampil dengan lagu tersebut. Kalau ia jadi nongol, maka ini adalah pemucnulan keenam kalinya untuk lagu yang dinyanyikan Keenan Nasution.
ITA Purnamasari memang cukup kuat untuk tampil lagi, dengan lagunya yang (wkatu itu) baru ini, ia seakan mendapat warna baru dengan lagu ciptaan Jockie Suryoprayogo dan Sawung Jabo ini. Jadi, jangan percaya lho kalau TV menuliskan bahwa pemain keyboard God Bless itu dengan nama Jookye. Ini memang salah satu kebiasaan TVRI, sesukanya menuliskan nama pencipta.
Lagu dengan judul Selamat Tinggal Mimpi bisa didapatkan dalam album Ita yang imut-imut. Ia memang berpesan buat kita. “Ini bukan ‘single’ saya lho, jangan salah, ini album Ita yang keempat.” Kata Ita waktu bertamu ke kantor MM (Monitor Minggu).
Tapi, sumpah lho, dia nggak cerita kalau untuk penampilannya di Selekta Pop itu ia sampai berganti tempat kostum. Pakai baju ‘casual’ sewaktu nari-nari bareng para penari latar, dengan seragam SMA waktu ‘flashback’, dan dua macam pakaian panggung.
Sebenarnya, visaulisasi video klip Ita udah bagus. Sayangnya, cerita lagu dan gambar terasa jujur-jujur banget. Misalnya, waktu Ita nyanyi, “…Aku bukan bayi lagi…” gambar yang keluar benar-benar gambar bayi. Kalau kalimatnya aku bukan setan, gimana ‘shooting’ setannya, ya?
Maksudnya, itu khan cuma kiasan. Tapi, sungguh deh, visualisasi Ita sewaktu diiringi oleh Ekki Sukarno di drum, Jockie pada keyboard, Uce F. Tekol pada bass, dan Eet Syahrani main gitar, TV kayaknya berusaha benar untuk dapatkan gambar-gambar yang bagus, dan itu berhasil.
Misalnya, sewaktu gitar Eet meringkik bagai suara kuda, dia di-‘shoot’ dan bergaya. Biasanya, hal-hal begini masih bisa salah, lho. Pernah sekali waktu yang terdengar adalah suara gitar, eh, yang muncul malah gambar keyboard.
JADI, bisa saja di acara tertulis Album Minggu, yang muncul malah paket musik lain. Soalnya, sampai saat itu, TV (dalam hal itu TVRI Programa 1-red) masih punya satu stok acara Pesona Nada yang (saat itu) sudah selesai, tapi (waktu itu) belum juga disiarkan. Nah, (pihak Monitor waktu itu mengucapkan) selamat berhari Minggu saja deh, dengan paket musik TV ini.
Ditulis oleh: Remy Soetansyah
Dok. Monitor – No. 193/IV/Minggu, 18 Maret 1990, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar