M. SUWITO

 
JUARA III GATRA PENDIDIKAN. M. Suwito, (waktu itu) 36 tahun, pengarah teknik serba bisa TVRI SPK Banjarmasin ini masuk ke teve karena ingin mendalami elektronika. Di SPK Banjarmasin, karena kekurangan tenaga, mas Wito – begitu panggilan akrabnya – juga merangkap macam-macam. Dari pengarah acara di luar acara hiburan dan budaya, sampai reporter dalam pembuatan paket Negeri Tercinta Nusantara (TVRI Programa 1 dan 2).

“Pengetahuan begini-begini saya serap sambil kerja. Saya lihat pengalaman teman-teman bagaimana men-‘direct’ acara-acara. Menyusun program. Cara menuangkan ide sampai penyuntingan gambar hasil jadinya.” Keterlibatannya di paket Gatra ini karena Arief Khusna PD, pengarah acara senior, harus bikin 2 paket Gatra. “Saya memberanikan diri, bagaimana kalau saya bantu. Saya punya ide ini, jadi saya susun sendiri pemikirannya.”

Soal teknik, bagi Wito tak jadi masalah. Yang agak merepotkan adalah medannya yang banyak rawa, sungai, dan transportasi darat susah. Termasuk listrik yang terbatas. “Jadi, sepenuhnya mengandalkan aki mobil. ‘Life time operate’-nya lebih lama. Bisa 4 jam nonstop, konsekuensinya angkat sana sini, agak berat.”

Kepala sub seksi teknik yang dulu (jauh sebelum 1989-red) punya hobi olahraga ini memilih musik piano untuk ilustrasi paket yang digarapnya. Denting piano mengiringi kemunculan paruh anak itik yang menjebol kulit telur. “Sebetulnya, kalau ada sih saya pengen musik koboi. Saya ingin musik yang tidak terlalu ramai. Kalau orkestra kok terlalu serius?” Tentang musik koboi, Suwito tidak menjelaskan alasannya.

Ditulis oleh: Irene Suliana

Dok. Monitor – No. 151/III/minggu ke-4 September 1989/20-26 September 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer