LILLY NURINDAHSARI (SERUMPUN BAMBU, TVRI - MINGGU SIANG, 10 JANUARI 1988 Pkl: 12.30 WIB)
JANGAN samakan Lilly Nurindah Sari – kelahiran 17 Oktober
1964 – dengan rolnya sebagai Ragil dalam serial Kisah Serumpun Bambu (TVRI), yang
lincah, sedikit centil, dan sedikit kekanak-kanakan. Aslinya, Lilly adalah
(waktu itu) mahasiswi fakultas hukum Universitas Pancasila, Jakarta, tingkat ke-5.
Kecuali itu, sehari-harinya, ia (waktu itu) selalu berjilbab.
Kok (waktu itu) masih bisa main film? “Saya hanya kepakai sampai seri ke-12. Setelah itu saya nggak main lagi, jadi saya pakai jilbab lagi.” Memang, ia sudah mengerudungi wajahnya jauh sebelum ia ikutan syuting Serumpun yang dibikin tahun 1985/1986 itu.
Pernah aktris yang pertama kali main dalam film Ira Maya dan Kakek Ateng ini dinasihati ibunay untuk menanggalkan jilbabnya, supaya ia kembali dapat kontrak main film. Memang, Lilly membiayai sendiri kuliahnya. Toh, nuraninya sebagai muslimat menuntutnya untuk tetap menutupi seluruh auratnya. “Soal rejeki, Gusti Allah yang mengatur.”
Omongannya benar. 1988, untuk mebmiayai kuliahnya, ia mendukung sandiwara radio Saur Sepuh – sebagai Yoyik – selain dikontrak mengisi suara iklan. Jadinya, kalau tawaran main film atau sinetron mengharuskannya melepaskan jilbabnya, ia (waktu itu) akan menolaknya.
Tampaknya, demikian juga dukungan dari sang suami, Abdul Latief, yang (kala itu) sedang menyelesaikan skripsinya di negeri keju, Belanda. “Saya baru kawin secara Islam. Prosedur undang-undang perkawinan negara akan kami laksanakan setelah suaminya balik ke Indonesia. Insya Allah, nanti kami akan merayakannya,” jelas pengagum Nabi Muhammad ini.
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 62/II/minggu ke-2 Januari 1988/6-12 Januari 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar