LEONARIES LIRING (SI UNYIL, TVRI - SETIAP MINGGU Pkl: 12.00 WIB)

 
LEONARIES Liring tak mau menyebut umurnya. Mungkin, ia takut citra Ucrit, boneka yang setiap minggu disuarakannya akan berubah. “Coba tebak umur saya!,” kata mahasiswi sekolah tinggi informasi dan manajemen komputer Gunadarma, Jakarta (ketika itu) ini.

Ketika M. (Monitor) menyebut 20 tahun, ia tersenyum. Tampak deretan giginya yang rapi. “Saya tidak membenarkan dan tidak menyalahkan,” ujar Liring yang sudah 3 tahun (sampai saat itu, 1985 hingga 1988-red) mengisi suara Ucrit. Ketimbang mengisi suara, gadis (era itu) bertinggi-berat (waktu itu) 164-48 ini lebih sibuk dengan kegiatan di kampusnya.

“Saya senang mengisi di Unyil, karena sistem kekeluargaannya itu,” ujar pengagum Presiden Sukarno ini. Bukan berarti di rumah ia tidak menemukan kekeluargaan. Namun, kasih sayang bukan dari saudara itu penting. Pacar? “ah, masih belum terpikirkan.” Tapi bukan berarti ia tidak ada yang menaksir. Ia mengatakan dirinya sangat pemalu menghadapi cowok. “Saya sendiri nggak ngerti.”

Maka, rasa malunya ini sering diekspresikan dalam bentuk tulisan. Meski (belakangan itu) jarang menulis. “Nulis itu membutuhkan ‘mood’. Kalau nggak ‘mood’, saya malas.”

Banyak kawannya mendorong-dorong untuk lebih aktif menulis lagi, mengingat dulu (jauh sebelum 1988-red) ia sering menulis cerita. Padahal, Leonaries tahu, bakat menulisnya besar. Mungkin karena (saat itu) sudah dewasa, ia merasa kesulitan kalau harus menulis cerita anak-anak. “Mungkin saya sedang dalam proses.” Sampai kapan?

Ditulis oleh: Bujang Praktiko

Dok. Monitor – No. 91/II/minggu ke-4 Juli 1988/27 Juli-2 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer