KELOMPOK PADUAN SUARA MANNERCHOR DER BASF, KELOMPOK PADUAN PEGAWAI KANTORAN (MUSIK KLASIK, TVRI - SABTU, 4 JUNI 1988 Pkl: 20.30 WIB)

RAPI. Formasi komplit kelompok paduan suara pria BASF. Begitu rapi dan serius

BANYAK orang beranggapan bahwa kelompok paduan suara adalah kelompok yang kerap kali mengetengahkan lagu-lagu perjuangan. Sehingga banyak pula orang yang berpendapat kalau menyaksikan pertunjukan paduan suara itu tak ubahnya menonton pementasan yang “lesu darah”. Artinya, berbeda dengan melihat pergelaran musik pop umpamanya. Pergelarna paduan suara terkesan serba serius.

Memang, paduan suara di Indonesia (waktu itu) belum begitu mengakar, meski pada tahun 1960an pernah menjamur kelompok paduan suara di mana-mana. Toh, usia kelompok paduan suara tidak mampu berumur panjang. Banyak faktor kenapa soal itu terjadi.

Jelas, untuk membentuk suatu kelompok paduan suara diperlukan berbagai semangat. Semangat disiplin, semangat kerja keras, ketekunan, dan tetek bengek lainnya. Apalagi mengingat kelompok paduan suara sedikitnya terdiri 15 orang.

Kita pasti dibuat heran oleh kehadiran kelompok paduan suara yang menamakan diri Mannerchor der BASF, dari Jerman Barat, dan (belakangan itu) sedang melewat kemari. TVRI pun (waktu itu) cukup tanggap menyiarkan pergelarannya – via paket Musik Klasik – walau ditampilkan satu nomor.

Mannerchor der BASF atau kelompok paduan suara BASF didirikan tahun 1892. Empat tahun lagi (dari kala bacaan ini dimuat Monitor-red), usianya genap 100 tahun. Ini bisa dibandingkan dengan usia kelompok paduan suara Vocalista Sonora dari Yogyakarta yang (waktu itu) sudah 24 tahun. Itu pun kelompok yang tertua.

Yang mencengangkan, kelompok dari Jerman Barat ini dikelola perusahaan swasta, yakni BASF, di Ludwingshafen. Perusahaan BASF yang menempati area seluas 269 hektar (dengan jumlah karyawan 50.000 orang) di Ludwingshafen tersebut, membentuk kelompok paduan suara itu, dimaksudkan untuk menghilangkan kejenuhan terhadap pekerjaan rutin.

Sepengetahuan M. (Monitor) di sini sedikit sekali perusahaan swasta yang memiliki kelompok paduan suara. Kebanyakan utnuk mengatasi rutinitas kerja, mereka pada lari ke bidang kegiatan olahraga. Dan yang menarik dari Mannerchor der BASF yang anggota aktifnya 105 orang ini, (waktu itu) telah menghasilkan 9 buah piringan hitam dan rekaman 250 lagu.

Kendati Mannerchor der BASF berorientasi ke amatirisme, mereka tetap memberikan hasil kerja yagn terbaik. Malah, kelompok paduan suara itu dipimpin langsung oleh Siegfried Salten, seorang konduktor musik profesional.

Perjalanan Mannerchor der BASF tentu mengalami pasang surut. Maklum pegawai kantoran. Namun, bahwa kegiatan paduan itu yang awalnya hanya iseng-iseng belaka ternyata dapat dikemas sungguh-sungguh. Sejak tahun 1968, ketika Siegfried salten bergabung, kelompok ini sangat aktif mengadakan konser-konser amal. Bahkan, sampai saat itu (1988-red), konser-konser amal itu masih terus dilakukan.

Sesuai dengan pernyataan Gunther Stotz, pimpinan teras Mannerchor der BASF, selain menyanyi mereka diharuskan mempunyai kewajiban sosial terhadap masyarakat. Tetapi, apa selalu untuk amal? Beberapa kali tampil, juga di televisi Jerman Barat, baik dalam paket khusus maupun pada paket hiburan lainnya. Serta pada radio-radio swasta. Dan tentu mengadakan perjalanan konser di berbagai negeri.

Saat itu, mereka sudah mneyelesaikan 11 kali konser resmi. Di antaranya di Belanda, Spanyol, Itali, Belgia, Inggris, dan (belakangan itu) Indonesia kebagian dikunjungi. Penampilan mereka di Indonesia (waktu itu) akan mengetenghakan 95 orang anggota, konduktor Siegfried Salten ikut serta.

Mannerchor der BASF dalam mengadakan lawatan musibah ini masih terbatas pada paduan suara pria saja (waktu itu). Padahal tahun 1982, di perusahaan BASF sudah terbentuk kelompok paduan suara gabungan (pria dan wanita). Terbentuknya paduan suara gabungan itu dikarenakan minat karyawan wanita terhadap kegiatan itu lumayan banyak.

Ditilik dari kondisi yang ada memang memungkinkan Mannerchor der BASF berkembang pesat. Dalam arti umurnya panjang. Pada situasi yang berbeda, hal itu jarang terjadi di sini. Di sini kelompok paduan suara bagai suatu pernyataan: hidup sesaat, lantas mati dan hidup lagi jika ada hajat tertentu.

Sebenarnya, dalam tradisi Jawa, terdapat ‘anembromo’ yang mirip pula paduan suara. Itulah kenapa Mannerchor der BASF bisa berumur panjang – selain sarana dari perusahaan raksasa itu, juga menggenggam falsafah kebersamaan. Nilai solidaritas mereka tinggi. Setiap individu dari kelompok itu seperti saudara sendiri. Aneh, sifat demikian ini mestinya langka dipunyai masyarakat Eropa.

Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi

Dok. Monitor – No. 83/Tahun II/minggu ke-1 Juni 1988/1-7 Juni 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer