KARENA PAKAI BAHASA BAKU, REMAJA JADI BAKU (DRAMA REMAJA, TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 17 MARET 1990 Pkl: 17.30 WIB)

KAKU. Salah satu contoh adegan drama remaja, terkadang kelewat kaku

ANTO Lupus, salah satu personil serial tokoh Lupus, kali ini unjuk gigi lagi dengan menulis cerita Sahabat Sejati, dimainkan Sanggar Babakan, Jakarta. Meski temanya sudah kita kenal, namun bolehlah cerita ini kita tengok kembali. Ceritanya, Oki (Andi Pabenteng), seorang fotomodel remaja yang top. Sejak terjadi kecelakaan, Oki mengalami kelumpuhan kaki. Dari sinilah kemudian titik tolak permasalahan.

Sejak lumpuh, Oki yang dulu gagah, dulu percaya diri, kini frsutrasi. Ia harus menghadapi kenyataan tidak mampu lagi berlenggak-lenggok dengan gagah. Ia merasa hidupnya berakhir. Tak mau berbuat apapun untuk mengisi hari-harinya. Oki mati suri dalam hidupnya. Padahal, dari kerja sebagai seorang fotomodel, Oki mengongkosi hidupnya sendiri. Makan, bayar kos, biaya kuliah, semua dibiayainya sendiri. Ini semua karena Oki yatim-piatu.

Melihat keadaan begini, Wawan (Bambang Nizat), teman sekos sekaligus sahabatnya, tak mau Oki terus-menerus berkubang dalam frustrasi, segala cara dilakukan. Termasuk memperbaiki hubungan Oki dengan Wina (Aty Tito), yang gara-gara keadaan Oki, hubungan mereka agak merenggang. Hikmah lain dari keadaan ini, hubungan Wawan dan Titi (Dewi) malah makin dekat.

Akhirnya, semangat dan percaya diri Oki timbul kembali, dengan dimuatnya cerpen Oki di majalah tempat Wawan bekerja. Ternyata, ladang kehidupan bukan hanya sebagai fotomodel. Tapi, masih ada sejuta ladang lain yang siap digali buat mereka yang mau.

Anto Lupus, penulis naskah Sahabat Sejati 

FORMAL, SNETRAL. Sebenarnya, selain tempat unjuk gigi bagi pelakon baru drama remaja, bisa juga dijadikan cermin bagi kehidupan mereka. Kehidupan yang penuh canda-ria, penuh polemik, tapi jgua penuh kekonyolan ala mereka. Tak heran, dari remaja (era itu) tumbuh bermacam kreativitas. Antara lain, cepatnya menjamur bahasa prokem yang bagi sementar aorang menakutkan. Padahal ini cuma semusim. Toh ini bisa jadi perhatian semua orang.

Beberapa kelemahan yang biasanya ada dalam drama remaja kita, dialognya yang dipaksakan menggunakan bahasa Indonesia baku, munculnya tokoh suci yang tiba-tiba dengan segudang pidatonya, dan pengolahan yang terlalu sederhana.

Soal bahasa, sebetulnya dunia remaja banyak sekali menggunakan idiomnya. Mereka banyak sekali menggunakan bahasa-bahasa rahasia di kalangan mereka. Kalau kita melihat sinetron maupun adegan layar perak, penulis skenario tidak terlalu memaksakan bahasa formal. Apalagi film-film remaja.

Dalam film Valentino arahan Bobby Sandy, misalnya, tokoh-tokohnya malah ber-elu-gue. Idiom ini khan cuma milik anak muda Jakarta (era itu). Tapi ini membuat ketakutan para pembuat film, bahwa hasil mereka cuma akan ditonton oleh anak muda Jakarta (era itu).

Tapi, ini membuat ketakutan. Ini juga yang membuat kenapa Sartika atau Jendela Rumah Kita (keduanya juga disiarkan TVRI Programa 1-red), yang tokoh sentralya Jojo dan notabene juga remaja, disuka. Pemirsa merasa ada pertalian bahasa yang sama-sama dimengerti, sama-sama memiliki persamaan, terlepas dari keformalan yang tak perlu, bahasa topnya komunikatif.

Anehnya, justru dalam drama remaja, beban ini ditumpahkan. Mungkin ini pula yang membuat drama remaja kurang pemirsanya, dibanding sinetron maupun drama lainnya. “Sudah, e…. temen-temen. Saya mohon maaf karena kondisi saya agak kurang baik, sehingga program yang udah kita buat jadi berantakan,“ ujar Wawan pada anggota teater lainnya.

“Ki, mencari uang bukan hanya dengan jadi fotomodel. Tapi masih banyak sarana kamu untuk beraspirasi,” nasihat Wawan pada Oki. Ungkapan ini terasa formal dan berjarak. Mungkin, (perkiraan waktu itu) akan ada pembelaan begini: drama remaja khan tidakdisiarkan sentral? Atau drama remaja khan waktunya cuma 30 menit? Tidak soal dengan semua ini. Toh, dari drama remaja atau teater remaja muncul seorang Deddy Mizwar, Nasri Cheppy, atau Adisurya Abdi. Cuma itu.

Ditulis oleh: Ida M. Palaloi

Dok. Monitor – No. 193/IV/Minggu, 18 Maret 1990, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer