ISMIATI HUSEIN (NADA DAN IRAMA, TVRI - JUMAT, 29 JANUARI 1988 Pkl: 21.30 WIB)

 
ISMIATI Husein (Ismi Aziz, red) – panggilannya Ismi – (waktu itu) 22 tahun, tak mengentarakan diri sebagai putri kepala stasiun TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Ditemani sang ibu, penampilannya biasa saja, ketika rekaman mengisi acara Chandra Kirana.

Putri ke-3 dari 6 bersaudara, keluarga Aziz Husein, (waktu itu) baru saja menyelesaikan kuliah di salah sebuah Akademi Bahasa Asing (ABA) di Jakarta. (Waktu itu) masih tinggal di rumah kontrakan, bilangan Radio Dalam, bersama ayahnya. “Ibu masih harus menemani adik-adik yang sekolah di Surabaya.”

Ismi tampil rapi, mengenakan kostum berwarna merah dan ‘stocking’ hitam. Menjelang rekaman, Diah Iskandar, koordinator Chandra, (waktu itu) masih minta agar ‘eye shadow’ dipertebal. Ismi menurut dan nyelonong ke kamar rias.

“Sekarang (1988-red) ini dia makin punya waktu untuk nyanyi, soalnya sekolah sudah habis dan belum bekerja,” komentar ibunya, yang berdiri di antara penonton (waktu itu). Sang ibu ini, datang ke Jakarta cuma untuk melihat rumah kontrakan mereka, sembari mengurus rekaman anaknya. Sore, selesai melihat rekaman, langsung pulang ke Surabaya.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 65/II/minggu ke-5 Januari 1988/27 Januari-2 Februari 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer