ISKANDAR NUGROHO

 
ISKANDAR Nugroho, (waktu itu) 24 tahun, pemeran Pratomo dalam seorang anak keluarga Subangun, dalam drama seri Keluarga Rakhmat (TVRI), merasa mendapat peran yang cocok. “Saya memang kutu buku.” Honor dari main Keluarga Rakhmat pun konon ia belikan buku, di samping mentraktir teman. Iskandar mahasiswa teladan (era itu) wakil dari Universitas Indonesia, 1988. Ia (waktu itu) tercatat sebagai mahasiswa fakultas sastra.

Keikutsertaannya konon karena faktor kebetulan. Ia waktu itu mengantar adiknya, Astiti, untuk ‘testing’ sebagai pemeran. Eh, ia juga disuruh ikutan tes, ternyata kepilih. Dan itu merangsangnya untuk menulis skripsi yang sempat membikinnya jenuh.

“Keuntungan ikut memperkuat serial televisi ini, banyak lho. Untuk mencari kerjaan, lebih mudah. Bahkan saya sering ditawari jadi dosen. Di samping nama pun jadi berubah menjadi Pratomo,” ungkap anak ke-4 dari 10 bersaudara ini. “Saya pikir, peran Purnomo itu justru untuk saya. Karena badan saya kecil. Tapi ternyata justru sebaliknya. Ya, apa boleh buat.”

“Saya pikir, peran Purnomo itu justru untuk saya. Karena badan saya kecil, tapi ternyata justru sebaliknya. Ya, apa boleh buat.” Yang jelas, ia tak ingin jadi bintang film. Alasannya: sudah terlalu kenyang ikut dalam Keluarga Rakhmat.

Ditulis oleh: Etty Koesworini

Dok. Monitor – No. 136/III/minggu ke-1 Juni 1989/7-13 Juni 1989, dengan sedikit perubahan


Komentar

Postingan Populer