INDRA KUSUMA A.M. AZIS (DI ANTARA KITA, TVRI - MINGGU, 31 JULI 1988 Pkl: 08.55 WIB)

 

BUNGSU dari 7 bersaudara, berusia (waktu itu) 18, ini (sampai saat itu) hampir 7 tahun setia bemain dalam Sanggar Sketsa. Tidak sulit dan tidak terlalu menantang setiap peran yang ia mainkan. Bagi Indra, cerita yang selalu ia perankan hampir seperti kehidupan sehari-hari.

“Teman-teman sekolah saya pintar memainkan peran yang serius, tapi sulit bermain biasa seperti kehidupan sehari-hari,” ucap Indra yang ikut sanggar sandiwara di sekolah. Meski begitu, Indra mengaku kurang bisa bemrain dan suka meminta bantuan ibunya, Rodiah Aziz, untuk melatih. Selain sandiwara, Indra suka main piano dan keyboard. Sementara cita-citanya jadi politikus dan ekonom. “Banyak pengusaha yang tidak bisa berpolitik dan politikus tidak bisa berusaha,” alasannya.

Menurut Indra, hidup ini perlu politik. Bahkan dengan guru-gurunya pun, Indra berlatih berpolitik. “Saya jarang belajar, tapi naik terus, itu karena berpolitik,” aku Indra. Caranya, ia dekati guru, ambil hatinya. Diperbolehkan merokok oleh ayahnya pun Indra juga main akal-akalan. Salah seorang kakaknya diajari Indra merokok di depan ayahnya. Mulai dari sembunyi-sembunyi sampai terang-terangan. Akhirnya izin pun diberikan. Ada-ada saja.

Dok. Monitor – No. 91/II/minggu ke-4 Juli 1988/27 Juli-2 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer