IAN ANTONO (TITIAN MUHIBAH, TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 23 SEPTEMBER 1989 Pkl: 20.00 WIB)
IAN Antono, (saat itu) 39 tahun, gitaris rock kita yang (waktu itu) belum punya tandingan itu, belakangan itu sama sekali tak pernah pegang gitar. “Saya harus merenung, saya ini mau bikin apa?,” katanya. Konon, rasa tanggung jawab sebagai musikus menuntutnya seperti ini.
“Kalau saya meninggalkan satu tempat yang cukup besar, maka saya harus mendirikan tempat yang lebih besar lagi. Ini harus. Makanya perlu perenungan. Sambil mempelajari yang sudah-sudah dan mencari bentuk yang terbesar itu.”
Sekitar 2 bulan sebelum bacaan ini dimuat Monitor (Juli 1989-red), dia masih sempat menggebrak 5 kota: Ujungpandang, Surabaya, Malang, Yogya, dan Solo. Bersama Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, dan Matbes mereka membuat kejutan. “Tapi kami belum menemukan satu nama untuk kelompok ini. Kami harus saling mengenal dulu. Harus saling mempelajari untuk bisa seia, sekata, dan setujuan. Untuk itu tidak gampang,” tutur Ian.
Meski begitu, dia sempatkan juga membantu ‘mixing’ album rock Kemanusiaan dan setelah itu, diam lagi. “Nantilah, begitu kami benar-benar nekad keluar, itu berarti sebuah janji, memberikan sesuatu yang cukup rapi dan baik.” Oke, oke, janji berarti hutang.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 151/III/minggu ke-4 September 1989/20-26 September 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar