HIM DAMSYIK (BINTANG TAMU PONDOKAN, TVRI - RABU, 6 JANUARI 1988 Pkl: 21.30 WIB)
HM Damsyik, (waktu itu) 58 tahun, waktu menjadi pengurus
PARFI, paling gigih membela aktris Yenny Rachman yang dipojokkan pers atau
kasus penganiayaan wartawan.
Ketika ditanya komentarnya tentang permintaan maaf Yenny, sambil menggelengkan kepalanya, ia mengatakan, “Lain Bengkulu lain Semarang. Sekarang (1988-red) lu ya lu, gue ya gue. Saya sudah tidak menjadi pengurus PARFI. Sudah tidak wajib melindungi anggota PARFI,” jelas suami bu Entin (Connie Suteja) dalam sinetron Pondokan (TVRI) ini (waktu itu).
Sejak tidak menjabat pengurus PARFI, ia mendengar sas-sus, bahwa ia tidak akan bisa lagi main film. Waktu menjadi pengurus PARFI, ia sering menggunakan jalurnya agar ia selalu diikutkan main film. “Sas-sus itu ‘cipoa’. Buktinya, saya tetap bisa main film. Malah 1987 ini, saya membintangi empat film,” bantah pemain yang mulai terjun lewat film Macan Kemayoran (1965) ini.
Ia sudah bersumpah, tidak akan mau lagi menjadi pengurus PARFI. “Sumpah mampus, kapok deh! Banyak pahitnya daripada manisnya! Saya difitnah terus!,” ujarnya. “Setelah saya pikir-pikir, dunia artis itu dunia “macan”. Bila ada rejeki “diterkam”, bila tidak ada, ya “mengaum”!” Toh, ia bersyukur, dalam umur yang senja ini tawaran main film masih ada. “Umur segini bila tidak ada kegiatan, bisa sakit. Akibatnya, bisa mati!”
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 62/II/minggu ke-2 Januari 1988/6-12 Januari 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar