HEIDY DIANA (ANEKA RIA SAFARI, TVRI PROGRAMA 1 - JUMAT, 2 JUNI 1989 Pkl: 20.05 WIB)
"SAYA suka ditantang,” kata Heidy Diana, (saat itu) 24 tahun, yang (waktu itu) masih tinggal bersama orangtuanya di bilangan Perdatam, Jakarta Selatan. Tantangan yang dimaksudkan Yayang – panggilan akrabnya – tentunya di bidang musik. Ceritanya, untuk album terbarunya (kala itu), sang produser menawarkan bermacam pilihan, termasuk dangdut. “Padahal, saya khan penyanyi pop. Tapi begitu mendengar lagunya, saya merasa tertarik. Tantangan itu saya tantang lagi.”
Maka, menyanyilah Yayang tentang cinta. Kali ini iramanya bergelombang, kayak karet kebakar. Nggak tanggung-tanggung. Benny Anhar, pencipta lagu dangdut kawakan diminta khusus mencipta untuk Yayang. Jadilah sebuah lagi berjudul panjang: Di Mana Ada Kamu, Di Situ Ada Kamu. Lucu? “Dari dulu (jauh sebelum 1989-red) juga, lagu-lagu saya lucu-lucu,” tampak Yayang (waktu itu).
Ada cerita lain tentang lagu ini. Waktu isi vokal, Yayang kebagian malam hari. Lantas supir perusahaan rekamannya mengantar pulang. Beberapa kali pintu rumah diketuk, tak terbuka juga. “Saya takut tetangga pada bangun, akhirnya balik lagi ke studio.”
Dia kemudian menggelar koran di kursi panjang tempat jaga satpam dan tidur di situ. Dan paginya, sang satpam yang menemukan Yayang begitu kaget. Lantas, buru-buru dibangunkan dan diantar pulang. “Yang begini, juga tantangan,” komentar Yayang.
Tentang lagu dangdut itu, ternyata bikin Yayang ketagihan. Pance pun tak kalah gesit. Ia bikin lagu yang judulnya tak kalah panjang: Jangan Biarkan Laut Biru Pasang Bergelombang. Kali ini, iramanya lebih condong ke melayu Deli. Dan tengoklah, Yayang bisa bergoyang, meliuk-liukkan pinggul. Ahha!
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 135/III/minggu ke-5 Mei 1989/31 Mei-6 Juni 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar