HARRY MUKTI (NADA DAN IRAMA, TVRI - JUMAT, 29 JANUARI 1988 Pkl: 21.30 WIB)

 
YANG menjadi ciri khas Harry Mukti, (waktu itu) 31 tahun, 1988 ini adalah: di mana-mana muncul dengan kostum penyanyi rock. Barangkali ini yang membuat sekelompok anak muda (era itu) di Bali menyeletukinya “maling” saat Harry menunggu ‘show’ malam Tahun Baruan. Karuan asja si kutu loncat ini menoleh. Yang nyeletuk pada diam. Harry pun berlalu.

Tapi, darah mudanya bergolak lagi. Ketmu teman-teman, diceritakan pengalaman tadi. Teman-temannya nggak terima. Harry bersama rombongan ke tempat anak-anak muda (era itu) itu. “Aku yang obrak-abrik duluan, kupukul satu orang, tak ada yang melawan.”

Ternyata, yang nyeletuk itu, justru penggemar Harry sendiri. “Mereka mengaku sangsi, apakah yang lewat di sampingnya Harry Mukti atau bukan.” Lantas persoalan berakhir di situ. Harry sendiri yang minta maaf karena terlalu emosi.

Si lincah dari Cimahi ini, sebetulnya cukup sportif. Sama halnya seperti ketika di Panggung Gembira diminta menyanyikan Jatuh Cinta, dia mau saja. Meskipund I acara itu, satu lgau lagi tak muncul. “Sungguh, ini belum dikasetkan kok. Cuma lagu untuk film Lupus.” Maunay menghindari tuduhan promosi, eh, ya tetap saja, ya?

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 65/II/minggu ke-5 Januari 1988/27 Januari-2 Februari 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer