HAMKRI SURAKARTA (TVRI - KAMIS, 21 JANUARI 1988)
ARTIS musik keroncong di Surakarta, semakin menyadari
pentingnya organisasi. Maka di bawah pimpinan Anjar Any, berdirilah HAMKRI,
Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia, yang tiap minggu kedua mengisi acara
Cakrawala Musik Keroncong di RRI Surakarta, pukul 21.30 hingga 24.00 WIB.
HAMKRI sebetulnya cukup andal, dengan 60 pemain biola, 2 pemain cello gesek, 13 flute, dan 5 ‘rhythm’, mengiringi penyanyi macam Waljinah, Nuning, Saiko, Rinasari, Tutiek HP, dan Atiek. “Kita menampilkan pemain musik senior dan yunior,” tutur Anjar, yang juga beritndak sebagai konduktor. HAMKRI inilah yang (saat itu) akan menampilkan kebolehannya bsersenandung keroncong di TVRI Stasiun Yogya. “Sayang pemainnya tidak semua,” kata Anjar. Hanya menampilkan 23 pemain.
HAMKRI yang tiap 5 bulan mengadakan parade musik keroncong, mneampilkan 5 grup bermutu, juga mencoba terobosan baru. “Kita punya bayangan main di pub, restoran, dan hotel. Dan keinginan ini mendapat dukungan penuh pula dari sang walikota, agar tempat-tempat hiburan, tak hanya menyajikan musik pop, tapi juga keroncong.”
Tapi, mereka juga akhirnya mencoba belajar jenis lain – lagu-lagu pop, Mandarin, dan sebagainya. Bayangkan, kalau lagu Mandarin dinyanyikan dengan warna keroncong.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 64/II/minggu ke-4 Januari 1988/20-26 Januari 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar