GORDON L. TOBING

 
SANGKAL. Gordon L Tobing, (saat itu) 63 tahun, rada kaget ketika membaca M. 82 (Monitor 25-31 Mei 1988). Pasalnya, ia dituduh nyerobot hak Emilia Contessa untuk berangkat ke Tokyo Music Festival 88, di Jepang.

“Ini tidak benar. Saya dan istri saya ikut berangkat ke Jepang. Karena saya mendapat undangan resmi dari ‘Tokyo Broadcasting System’ (TBS),” katanya sambil menunjukkan kertas undangan yang bertuliskan huruf Jepang. Di undangan tertulis nama Nicky Astria, Gordon L. Tobing, dan Theresia Hutabarat.

“Nah, jadi saya bukannya nyerobot hak orang lain. Untuk apa saya mesti pakai nyerobot segala? Dan lagi saya ini termasuk pengagum Emil, oleh karena itu saya mencalonkan dia. Tapi, ibunya tidak cocok dengan persyaratan yang ada, maka Emil mengundurkan diri.”

Kisah lengkapnya begini. Ketika Bing – begitu nama akrabnya – ditunjuk panitia festival, untuk menggantikan seseorang dalam upaya mencari peserta dari Indonesia, makai a segera menghubungi empat calon yang dianggap patut, termasuk Emil. Karena Emil – yang diwakili ibunya – mengundurkan diri, maka hanya tiga calonlah yang diajukan.

Dari hasil saringan TBS, ternyata hanya Nicky yang terpilih. Itu pun nantinya, Nicky hanya mendapatkan satu tiket ulang-alik, penginapan, dan uang saku sebesar 15.000 yen per hari.

Sementara, keberangkatan Bing dan istrinya ke Jepang bukan untuk keperluan festival. “Saya datang ke sana untuk menghadiri malam persahabatan Indonesia-Jepang yang diadakan TBS. Maklum, di sini saya dikenal sebagai pengaja rmenyanyi anak-anak Jepang, mungkin di Jepang nanti saya dan istri diminta pula untuk menyanyi.”

Ditulis oleh: Gregorius “Gege” Sarsidi

Dok. Monitor – No. 83/II/minggu ke-1 Juni 1988/1-7 Juni 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer