FUAD DAN YAYU (RAGAM PESONA, TVRI - MINGGU, 13 MARET 1988 Pkl: 22.30 WIB)
FUAD, (waktu itu) 27 tahun, dan Yayu Acu Unru, (waktu itu) 26 tahun, adalah pengisi tetap pantomim di Ragam Pesona (TVRI), sejak awal 1986. Kok betah? Padahal, honornya hanya Rp 50.000,00. Masalah honor bukanlah masalah primer. Tapi mereka butuh kontrak yang jelas. “Dengan cara itu, saya bisa mengatur jadwal pementasan,” ujar Fuad.
Apalagi pemberitahuan sering-sering sangat mepet, sehingga penampilannya terlihta kedodoran. “Nggak ada latihan. Kita langsung main. Jadi jangan heran bila pengambilan gambarnya jelek. Karena tidak bisa mengambil sudut yang bagus,” sambung Yayu. Untungnya, tema mereka tentukan sendiri. “Kalau datang dari TVRI, kami tidak bisa berkutik.”
Kalau tema yang esring mereka tampilkan itu berceerita orang miskin, menurut Fuad, karena sejarah kelahiran pantomim, di Yunani, juga membela rakyat miskin. Tapi, menurut Yayu, perkembangan pantomim di Eropa sangat pesat sekali. Pantomim di Eropa (waktu itu) sudah berani memakai dialog dan ‘setting’. “Saya pernah usul begitu, tapi kurang ditanggapi,” keluh Yayu.
Gerak adalah bahasa pantomim. Karenanya, bila kameramen tidak menjabarkan gerak, akibatnya hasilnya tak berbicara apa-apa. “Itulah celakanya, wawasan kameramen sempit,” cetus Fuad. Dan ia mengeluh, karena TVRI kurang memberi porsi lebih banyak pada seni pantomim. Keluhan itu (waktu itu) akan berhenti, karena Ragam Pesona sendiri (kala itu) sudah bakal diakhiri.
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 71/II/minggu ke-2 Maret 1988/9-15 Maret 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar