ENOS PURBA SIBORO (DUA ABANG BERADIK, SEPEKAN SINETRON/TVRI - SABTU, 27 AGUSTUS 1988 Pkl: 22.40 WIB)
ENOS Purba Siboro, (waktu itu) 32 tahun, sebelum main sinetron, ia menjadi rekanan TVRI. “Saya menjual barang-barang yang dibutuhkan teve,” ujar pemeran Bonar dalam Dua Abang Beradik ini. Karena hubungan itulah, ia kemudian ditawari main sinetron. “Tapi, saya main hanya hobi. Kalau menyandarkan kehidupan dari main sinetron tidak mungkin.”
Dibandingkan dengan pekerjaannya yang berkaitan sebagai rekanan itu, jauh sekali bedanya. “Banyak orang mengatakan, justru pekerjaannya itu dimaksudkan untuk menunjang kehidupannya yang empot-empotan dari sinetron. “Saya sudah lama jadi rekanan sebelum ikutan sinetron. Salah sekali bila asya kerja hanya menunjang kehidupan sebagai artis.”
Sebelumnya, ia sering mengisi acara fragmen Mimbar Agama Kristen. “Tidak ada niat meloncat menjadi artis. Saya hanya mengabdi saja main di fragmen. Saya main di sinetron baru tiga kali.”
Enos memang bertampang ganteng. “Tapi itu bukan jaminan menjadi aktor.” 1988, ia mulai agak mengubah permainan. “Waktu saya melakukan adegan mencium mbak Wagati, saya tidak gemetar.” Tapi, sayangnya, adegan itu dipotong di TVRI, sekalipun adegan di Seberkas Sinar Dalam Kemendungan itu adalah cium antara anak terhadap ibu.
Ditulis oleh: Bujang Praktiko
Dok. Monitor – No. 95/II/minggu ke-4 Agustus 1988/24-30 Agustus 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar