EGY MASSADIAH (RMD, ANAK AJAIB II/TVRI - MINGGU, 25 SEPTEMBER 1988 Pkl: 12.30 WIB)
FAJAR Egy Massadiah, kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan, 27 Desember 1966, (waktu itu) belum bernasib baik. Meski kerap tampil di TV (kala hanya ada TVRI saja-red) bersama Keluarga Pak Darus dalam acara Di Antara Kita, 1986 di RMD (Rumah Masa Depan), perannya Cuma peran pembantu tak bernama. “Saya jadi anak berandalan, yang mau gebukin Sangaji di pasar.”
Untung tak jadi, ya, Gi? Kalau tak, kepalan tanganmu bisa bahaya. Bertinggi-berat (waktu itu) 174-60, anak asuh Putu Wijaya di Teater Mandiri, Jakarta, ini memang lebih pantas jadi petinju. “Ah, mana mungkin? Tinju itu khan tak manusiawi, tak berbudaya.”
Boleh jugalah. Toh dunia kepengarangan dan jurnalistik sudah dia tekuni. Hadiah lomba Essay Diplomasi Kebudayaan Indonesia-AS (1987) sudah pula ia genggam. Tulisan-tulisan di berbagai ‘mass-media’, pun sudah sedikit membuktikan bakat. Di pentas film? “Baru sinetron.”
Bermain dalam serial Kelaurga Rachmat (TVRI) yang (waktu itu) sedang diproduksi PPFN, ia juga dipersiapkan untuk menjadi pemeran utama sinetron TVRI, Tidak, yang (waktu itu) akan digarap Putu Wijaya bersama Teater Mandiri. “Saya memang akan memilih dunia wartawan dan teater sebagai lapangan kreatif saya.”
Sungguh, Gi? (Waktu itu) pikir-pikir dululah, mumpung (kala itu) belu punya pacar. Sebelum sulit memperoleh mertua yang mengerti hidup wartawan dan seniman. “Soal itu terserah nanti, secara sadar saya pilih kedua bidang profesi itu.” Buat apa sih repot-repot? “Buat buktikan, masih banyak anak muda yang berniat menjadi wartawan dan seniman.” Impian anak muda, ternyata yang (waktu itu) menjadi impianmu, Gi.
Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy
Dok. Monitor – No. 99/II/minggu ke-3 September 1988/21-27 September 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar