DEWI MOTIK PRAMONO (BERPACU DALAM MELODI, TVRI PROGRAMA 1 - SABTU, 22 APRIL 1989 Pkl: 21.30 WIB)
DEWI yang selalu terbahak-bahak kalau menonton Berpacu Dalam
Melodi (TVRI Programa 1), tak menyangka suatu kali akan jadi peesrta. Bu Ani
(Sumadi-red) memintanya untuk membantu perayaan Hari Kartini. Dewi langsung
mau, padahal tidak tahu apa yang mesti dibantu. Rupanya, diminta jadi peserta.
Dewi berani ikut karena yakin dan tahu lagu-lagu. Tapi sempat ‘shock’ juga waktu dengar akan diadu benar-benar. “Semua wanita karir selalu mau menang. Hati kecil saya nggak bohong, bahwa saya mau menang. Karena itu, walaupun main-main, saya lakoni dengan serius, jadi saya menyimak betul-betul.”
Mau tahu rahasia sukses Dewi? Ia selalu menghargai orang. Tak pernah keminter dan tahu meng-‘underestimate’ orang. Ia tak pernah melemparkan kesalahan pada anak buah. Kalau ada yang salah, ia minta dikasih tahu jalan keluarnya. “Saya nggak mau nyalahin siapa-siapa, pasti saya yang biangnya salah. Tak ada anak buah yang tolol. Yang tolol adalah bapak buah atau ibu buah, serdadu tak pernah salah. Yang salah adalah panglimanya.”
Rahasia lainnya, Dewi selalu mengukur kemampuan diri sendiri. Ia tak akan mengerjakan sesuatu yang di luar kemampuannya. Ia bisa menerima kekurangannya, sama seperti menerima kelebihan. “Kalau ada kekurangan, itu normal, ‘dear’.”
Sarjana IKIP jurusan boga yang juga belajar seni rupa di Florida ini selalu hidup teratur, makan teratur, tidur teratur, dan disiplin waktu. “Saya sangat disiplin dalam segalanya.” Ada lagi prinsipnya yang patut disimak, bahwa kalau kita mau dihargai masyarakat, hargailah teman kita seranjang dulu. Dewi selalu yakin, yang di atas itu cinta banget sama dirinya.
“Saya juga cinta banget sama yang di atas. Saya nggak gombal. Saya berusaha melakoni ajaran-ajaran agama. Malah saya tambah ekstra. Sembahyang 5 waktu saya lebihkan. Ada dzikirnya, ada taahjudnya.”
Ditulis oleh: Irene Suliana
Dok. Monitor – No. 129/III/minggu ke-3 April 1989/19-25 April 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar