BONUS - VALERIE HARPER MASUK SEKOLAH AGAMA, AGAR BISA MAIN DRAMA DAN TAK MASUK NERAKA (VALERIE, TVRI PROGRAMA 1 - TIAP SELASA Pkl: 18.30 WIB)

 
SEPERTI sudah dibilang dalam artikel perihal Valerie – di Indonesia diputar TVRI Programa 1, red (M. 128 – Monitor, 12-18 April 1989), pecahnya seri ini dikarenakan ulah pemeran utamanya, Valerie Harper, yang membelot pada produsernya. Itu ternyata bukan ulah pertama dan satu-satunya.

Jauh-jauh hari, lantaran namanya melambung dalam seri – juga komedi – The Mary Tyler Moore Show, diputar sejak 1970, ia kemudian bertingkah dan meminta porsi sendiri. Tak sekadar sebagai teman Mary Tyler. Maka, dibikinlah seri Rhoda, 1974, yang memang nama peran Val dalam The Mary Tyler: Rhoda Morganstern.

Val, sebagaimana diakuinya sendiri, tak banyak berbeda dengan sosok Valerie Hogan yang diperankannya. Inisialnya pun sama: VH. “Kami sama-sama suka tertawa, selain tak bisa selalu diam.” Tambahan lain, dari komentar orang lain: Val, baik yang Harper maupun yang Hogan, sama-sama dari kelas menengah, dan kerap bertindak berlebihan.

Tidak terlalu salah. Val Harper sendiri mengaku sebagai seorang feminis, penuntut persamaan hak wanita dengan lelaki – bentuk emansipasi wanita yang lebih ekstrem. Ada beberapa hla yang menyebabkannya jadi “liar” kayak begitu.

Pertama, karena perkawinan orangtuanya yang tak beres. Ayahnya seorang ‘salesman’, sementara ibunya menjadi juru rawat yang punya gaji lebih gede. Ia mengidentifikasikan diri terhadap ibunya, kendati ketika mereka cerai Val hidup bersama ayahnya.

Kedua, saat acara perenungan sebuah gereja tempatnya sekolah, ‘retreat’, seorang pastur bilang: lelaki mengabdi pada Tuhan, sementara wanita mengabdi pada suaminya. “Sejak itu, aku tinggalkan gereja Katolik itu.”

TETANGGA. Valerie (kiri) kerap disamperi tetangganya 

Toh, Val – kelahiran Suffern, New York, 22 Agustus 1940 – tak pernah bisa melupakan sekolah Katoliknya. Dari sekolah agama itulah, ia bias belajar seni peran. “Kecuali itu, aku takut dibakar api neraka. Lagian, bukankah gereja itu yang menjadi pusat pementasan teater?”

Selepas dari gereja dan sekolah, Val remaja masuk sekolah balet. Di sekolah ini, Val terbilang sebagai cewek yang kerap bikin kecewa hati lelaki. “Itu salah mereka. Saya khan menganggap mereka sekadar sebagai sahabat? Salah mereka sendiri, jika itu ditafsrikan sebagai hubungan cinta kasih,” kilahnya belakangan. Tentu, sikap ini dipengaruhi pula oleh ketidakharmonisan ayah bundanya. Saat ia studi balet, orangtuanya pun sudah cerai.




















































RICHARD SCHAAL, RICHARD GERE. Masa-masa sekolah inilah yang kemudian mengantarkannya mendapatkan kerja dalam keloompok balet Radio City music Hall, selain ia kemudian aktif pentas di panggung musikal Broadway.

Di Broadway, ia kemudian ketemu John Cassavetes yang dianggapnya sebagai guru pertama seni peran. John pula yang kemudian memperkenalkan Val dengan Richard Schaal, anggota kelompok komedi Second City, yang lantas menjadi suaminya, tahun 1962.

Dari Richard, Val mengenal dunia lucu, yang menggiring Val diikutkan dalam seri komedi The Mary Tyler yang legendaris itu, sementara Richard sendiri mendapat kerja sebagai penulis komedi, sejak perpindahan mereka ke California, 1968.

Kesuksesannya dalam seri ini tak diimbangi oleh kebahagiaannya dalam berumahtangga. Val dan Richard sama-sama sibuk dan saling merasa paling penting dalam keluarga. Jalan tengahnya: cerai, tahun 1973. Sejak itu Val jadi banyak makan, menggelembunglah badannya.

Val tak ingin terus-terusan berkubang duka. Lewat Rhoda yang dibikin 1974, ia ingin mengukir namanya kembali sebagaimana dalam The Mary Tyler ia menyabet Piala Emmy, sebagai pemeran pembantu awnita terbaik, berturut-turut, 1971 hingga 1973. Hasilnya: 1975, piala Emmy ia sabet untuk pemeran wnaita terbaik, selain ia sempat membintangi film Chapter Two.

Dalam kebangkitannya, ia jumpa Tonny Cacciotti pelatih ‘body building’ – antara lain “membentuk” bintang John Travolta dan Richard Gere.

Banyak yang menyangka, lelaki Italia ini bakal mengganti posisi Richard di ranjang Val. Ternyata, persangkaan itu menghantam sasaran kosong. Mereka tak juga mengikatkan diri dalam pernikahan. “Ia adalah guruku,” ungkap Val. 1986, Val dan Tonny bikin perusahaan. Namanya TAL Production. TAL adalah singkatan dari ‘Together at Last’: kebersamaan yang terakhir. Dan TAL inilah yang menjadi pelaksana produksi Valerie.

Valerie Harper adalah juga Valerie Hogan. Val Hogan (saat itu) punya 3 putra yang berangkat dewasa, kerap ditinggal suami sehingga ia harus (lebih) aktif sendiri. Val Harper, biar tak berputra, ia mengasuh putri tiri selain beberapa keponakannya juga tinggal bersamanya – dan mungkin overaktif. “Jadi, apa bedanya?” Jawabnya, Val berbeda dibanding para wanita Indonesia.

Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana

Dok. Monitor – No. 129/III/minggu ke-3 April 1989/19-25 April 1989, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer