BONUS - UNTUK MAIN FILM, ANNE SCHEDEEN PAKAI BAJU LOAKAN. KE PESTA, IA AKAN KENAKAN PAKAIAN TEMAN (ALF, TVRI - KAMIS Pkl: 17.30 WIB)
DALAM seri ALF alias Alien Life Form (di Indonesia diputar TVRI-red), Anne Schedeen berperan sebagai Kate Tanner, ibu dari dua putra-putri. Toh, ALF adalah film ketiga di antara film-filmnya yang dianggap berarti. Sebelumnya dari tahun 1975 hingga 1976, ia berperan sebagai Sandy Porter dalam seri Marcus Welby, MD, selain juga sebagai Sara Frank dalam film televisi Paper Dolls, 1984.
Kalau kemudian banyak yang menyoroti pakaiannya yang dipakai, Anne hanya bisa tergelak, apalagi kalau yang disorot adalah pakaiannya ketika main film. “Kostum bintang memang kerap dijadikan panutan. Tapi sungguh, aku nggak punya perancang pakaian khusus.”
Konon, semua kostum yang dikenakan ia dapatkan di Giorgio’s of Beverly Hills. Itu nama pasar loakan. “Di Giorgio, untuk tiga pasang sepatu, aku cukup mengeluarkan 15 dolar AS. Di Rodeo Drive, harganya bisa melonjak jadi 250 dolar.” Rodeo Drive adalah tempat perbelanjaan yang kerap menjadi langganan para bintang Hollywood.
Anne memang lebih suka klayapan ke pasar-pasar rombengan ketimbang ke tempat lain. “Aku memang tikus comberan. Jangan dikira di pasar loak taka da pakaian yang juga baru-baru, yang juga sedang ngetrend di tempat lain.” Bahkan, menurut pengakuannya, dengan pakaian kelas dua inilah Anne selalu main film. “Baru nanti kalau aku ke pesta, pakaian lain yang kupakai, yakni pakaian teman-teman, hehe.”
Anne tak salah menyebut dirinya sebagai tikus comberan. Bukan hanya pakaian atau sejumlah peralatan wanita yang dia dapatkan dan kemudian kumpulkan. Nyatanya ia juga punya kegembaran mengoleksi barang-barang antik atau barang apapun yang menurutnya menarik untuk dikoleksi, dibeli, dimiliki, kemudian – kalau mungkin – dijual lagi – dengan harga yang berlipat-lipat, tentu.
Dari sejumlah koleksinya, Anne (belakangan itu) memiliki 100 patung Liberty, patung kemerdekaan AS, dari berbagai ukuran – dari yang berukuran sentimeter sampai yang setnggi 2,5 meter. “12 tahun yang lalu (1976-red), aku buka-buka lemari buku nenekku. E, aku temukan di situ sebuah ‘Statue of Liberty’ kecil. Aku pikir, ini barang tidak jelek. Apa salahnya aku simpan? Nggak tahunya, aku kemudian malah keranjingan untuk mencari patung Liberty dalam ukuran yang lain.”
Dan terus, terus saja Anne mengumpul-ngumpulkan berbagai barang. Sebuah jaket yang umumnya berharga 500 dolar, Anne hanya menebusnya dengan 25 dolar. Atau patung dada yang bias aberlabel 100 dolar, bintang kelahiran 8 Januari, 36 tahun yang sebelumnya (1952-red) di Portland, Oregon, ini hanya menebusnya cukup 15%-nya saja.
1988, biar ia tinggal di New York bersama Christopher Barret, agensi yang sekaligus suaminya, mereka (waktu itu) baru saja membeli sebuah rumah di hancock Park, Los Angeles, yang dikhususkan untuk menyimpan barang-barang koleksian itu.
Tahun 1978, Anne menginjakkan kakinya ke Hollywood – biasa, berangan-angan sebagaimana kebanyakan calon bintang. “Aku bayangkan diriku sedang syuting di sebuah tempat. Di sampingku ada pohon palem, di dekatku ada sebuah mobil Mercedes, atau aku duduk di kursi malas di sebuah kolam, dan sejumlah kamera berpendaran menjilati tubuhku.” Tentu, karena itu dibilang sekadar sebagai Impian, kenyataan tak juga datang padanya.
1988, biar dia dibilang sebagai aktris, toh kesibukannya mengumpulkan benda-benda itu tak kalah mengasyikkannya. Apalagi hingga 1988 belum seorang pun bayi dilahirkannya. Atau justru hal inikah yang kemudian menggelisahkan aktris yang tumbuh dewasa di Grasham, Oregon, ini?
Ditulis oleh: Veven Sp Wardhana
Dok. Monitor – No. 96/II/minggu ke-5 Agustus 1988/31 Agustus-6 September 1988, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar