BONUS - TVRI BANDUNG MENCOBA SELEKTIF UNTUK TEMBANG CANTIK (TEMBANG CANTIK, TVRI STA. BANDUNG – RABU, 21 SEPTEMBER 1988 Pkl: 20.00 WIB)

Fariz RM

BANDUNG mempertontonkan artis-artis beken, bukan hal aneh. Kota kembang ini memang gudangnya. Tapi TVRI Bandung menggarap acara sepanjang 50an menit dan mencoba menyaingi paket Top Pop garapan rame-rame yang pernah disiarkan pusat (TVRI Jakarta-red). Ini kejutan. Disebut Tembang Cantik, karena lagu-lagunya memang pilihan dan bagus-bagus. Rencananya (waktu itu) digarap sekali sebulan. Itu kata Jenda Terkelin Tarigan dari bapersi musik TVRI Bandung.

Dalam Tembang Cantik satu penyanyi bisa dua kali muncul. Dalam paket pertama ini, tercatat Fariz RM, Nindy Ellesse, Emma Ratna Fury, dan Tetty Afienty. Selebihnya yang kebagian satu judul: Merry Meriem dan Nia Astarina. Bahkan Fariz mestinya muncul 3 kali, satunya duet dengan Dian Pramana Putra. Berhubung Dian tak nongol saat rekaman, terpaksa dibatalkan.

Lokasi syuting tak jadi soal. Bandung punya tempat yang bagus-bagus dilihat. Alasannya cukup mendukung. Studio TVRI juga (waktu itu) sudah bisa dimanfaatkan. Selain itu, juga memanfaatkan Studio East, diskotek yang ‘lighting’ dan panggungnya memang memadai.

Nindy Ellesse

Tapi, kalau kita lihat siarannya, barangkali sedikit keliru menampilkan Fariz dengan pop kreatifnya serta Emma Ratna Furry yang pop daerah, dalam satu panggung satu dekor. Berhubung ini kayak tembang pilihan, Jenda pun punya alasna untuk menentukan lagu-lagu yang (waktu itu) bakal ditayangkan. “Yang jelas tengah ngetop dan dikenal, khususnya di Jawa Barat. Tidak cengeng.”

Tentang istilah cengeng ini, akhirnya Jenda mencari jalan keluar. “Ketimbang rekaman yang sudah selesai yang dipotong-potong, lebih baik dari awal kita selektif.” Lantas, jalan keluar yang didapat, memasukkan lagu pop daerah. Katanya, ini semacam antisipasi. Lowongan tempat lagu-lagu cengeng tadinya diisi lagu daerah. “Alasan yang utama agar masyarakat lebih dekat dan mencintai.”

Secara teknis barangkali tak kalah dari staisun lain. Tapi secara material, lagu-lagu yang muncul tentu rawan dengan bisik-bisik soal kaset baru. Boleh jadi, embrio ini bukan sekadar untuk Tembang Cantik, tapi juga belajar menggarap Safari. Konon, sejak Oktober 1988 nantinya, TVRI Bandung, memulai acara baru (kala itu), Talaraga – penyajian/lagu-lagu yang munculnya seperti Aneka Ria Safari.

Ini bukan mustahil karena sejak tahun 1987 lalu, Persatuan Artis Safari sudah punya cabang di Bandung dengan koordinator Tetty Kadi.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 99/II/minggu ke-3 September 1988/21-27 September 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer