BONUS - TIM SMA 3 MUHAMMADIYAH TAK MEMBURU HADIAH, TAPI SEKADAR UNTUK TAK MALU (CEPAT TEPAT, TVRI - SABTU, 20 AGUSTUS 1988 Pkl: 16.30 WIB)
MESKI tak untuk memburu hadiah, peserta cepat tepat tingkat SMTA
mempersiapkan diri secara serius. Minimal agar tak memlaukan ketika tampil di
layar TV. Tim SMA 3 Muhammadiyah, Jakarta, yang kali ini (waktu itu) akan
tampil bersaing dengan tim SMA Negeri 15, dan SMA Ksatria, bahkan mempersiapkan
diri selama 2 bulan lebih.
Takut kalah? “Nggak juga sih. Kalau persiapan kita lebih baik, khan bisa lebih tenang. Walaupun nanti, bisa juga ‘nervous’,” ungkap Iim Abdurohim, juru bicaranya, mewakili Mus Irza dan Anisa, anggota timnya. Persiapan yang ketat, antara lain melalui latihan intensif setiap hari, usai sekolah, memang dilakukan. Terutama setelah mereka bertiga yang terpilih mewakili sekolah.
“Namun begitu, sasaran kita bukan cuma untuk penampilan di TV saja. Lebih dari itu, kita ingin setiap siswa kian gemar membaca dan memiliki pengetahuan umum yang lebih,” jelas Syarief Ali, guru pembinanya. Kebetulan, sebelum tampil di TV, ketiga siswa (era itu) yang berasal dari kelas III A1 dan II A1 itu bisa uji coba dulu dalam loma cepat tepat antar-SMA Muhammadiyah se-DKI Jakarta.
Selain mencari bahan-bahan dari koran, majalah, dan TVRI, mereka juga memperoleh bahan dari guru-guru bidang studi. Yang terakhir disebut itu, biasanya berisi pelajaran sesuai bidang studi. Karena kegiatan ini sendiri termasuk dalam kurikulum sekolah. “Kita nggak punya target apa-apa. Tampil tidak memalukan saja, sudah cukuplah.”
Ditulis oleh: N. Syamsuddin Ch. Haesy
Dok. Monitor – No. 96/II/minggu ke-5 Agustus 1988/31 Agustus-6 September 1988, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar