BONUS - TAK ADA MASAK-MEMASAK ACARA UNTUK KELUARGA TV3
60 MENIT. Di Malaysia, khususnya TV3, hari Minggu adalah
hari keluarga. Semboyan itu memang tepat. Pada hari Minggu itu para pemirsa
dapat bersantai sembari menyaksikan tayangan TV3 yang dimulai pukul 09.00
dengan sajian Sekapur Sirih (SS).
Melalui paket ini pemirsa diajak berbincang-bincang perihal keadaan keluarga. Entah mengenai masalah kesehatan, olahraga juga sesekali menyinggung soal kenakalan remaja (era itu). Praktis lewat SS itu gambaran suatu keluarga tertampilkan, dan para pemirsa dapat memperoleh masukan positif, sekaligus mendapat hiburan yang memikat.
Sehingga waktu 60 menit itu terasa singkat. Tak jarang, topik yang diketengahkan lumayan panjang materinya. Paket itu sendiri kalau diandingkan dengan bentuk yang lain mirip-mirip sebuah majlaha wanita. Terdapat bermacam rubrik. Termasuk rubrik wawancara yang selalu mengetengahkan tokoh-tokoh masyarakat, tak terkecuali dari kalangan profesi – dokter atau guru – juga pedagang maupun ibu rumah tangga.
Kendati berisi beberapa rubrik yang ada sangkut-pautnya dengan suasana keluarga, SS tidak menyodorkan rubrik masak-memasak, misalnya. Sebab, rubrik tersebut sudah mendapat tempat tersendiri, yakni pada paket Kuali – yang ditayangkan seminggu sekali (seperti halnya SS) pada pukul 17.00 selama 30 menit. Paket Kuali – sebangsa belanga terbuat dari tanah atau besi – sengaja diarahkan pada satu kepentingan saja. Hobi.
Bagi pemirsa yang rajin mengumpulkan resep masakan maupun yang berhobi memasak jelas tak akan melewatkan paket ini. Anda (waktu itu) bakal mendapat suatu apresiasi tersendiri soal makanan yang bergizi, plus aneka rupa masakan dari berbagai negeri. Pemirsa bisa merasakan sendiri bagaimana soto Madura atau ayam bakar dari Kelantan atau daging sapi Osaka yang empuk itu.
Dan yang menarik dari sajian Kuali ini, yaitu diketengahkan secara wajar. Yang memasak benar-benar berada di dapur, belepotan, kalau mengiris sepotong daging bukanlah daging mainan. Jika digoreng dibuat dendeng di layar televisi tertampilkan semuanya itu. Pokoknya, suasana di dapur dicoba diangkat dalam suatu visualisasi yang artistik.
WIRASWASTA. Paket SS ini mengetengahkan aneka macam rubrik. Dan
satu rubriknya, yakni mengetengahkan orang-orang yang dianggap sukses dalam
bidangnya. Termausk seorang pemuda – era itu – (kanan) yang berwiraswasta.
Pemuda (era itu) itu membeberkan kisah suksesnya, rahasia keberhasilannya.
Dia berdialog dengan Roesli Dahmin (kiri) dan Christine Ling (tengah). Pemirsa pun boleh nimbrung bertanya. Dan caranya (waktu itu) silahkan Anda memutar pesawat telepon – nomor teleponnya sudah tertera kok
65%. Jangan kaget, jika dalam paket Kuali, setelah diajarkan
membuat kue lemang, kue itu dapat dicicipi. Begitu pun kalau seorang pemirsa
yang di rumah mencobanya, tinggal mengikuti apa yang diperagakan pembawa acaranya.
Jelas antara SS dan Kuali berbeda. Kuali bersifat apresiasi praktis mengenai dunia masak-memasak, sedang SS lebih menjurus pada wujud dialog. Keinginan-keinginan pemirsa yang berkisar pada masalah keluarga sengaja dicoba diangkat dalam suatu kemasan. Tentu kemasan itu tidak bersifat menggurui, tapi menghibur. Kalau daa selingan, itu berupa iklan – kebanyakan iklan sabun dan alat-alat kecantikan.
Kuali maupun SS merupakan kandungan rancangan asli TV3. TV3 yang memulai mengudara sejak bulan Juli 1984, memang pada awalnya menyodorkan paket-paket buatan luar. Tetapi sejak April 1986, TV3 melakukan sendiri dengan membuat paket-paket Majalah 3, Galeri Sukan, Kuiz Kepintaran, Kuali, dan beberapa paket lain.
Dan seperti yang dilaporkan, berdasarkan suatu penelitian, ternyata rancangan asli TV3, teristimewa Kuali dan SS, mendapat samubtan baik. Pemirsa TV3 di Lembah Kelang, Johor Selatan, dan Ipoh, 65% dari sejuta ibu rumah tangga menyukai acara itu.
Yang menarik lagi, mereka, para pemirsa, menghasilkan sebulan mencapai – terendah – seribu ringgit (M$ 1.000, kurang lebih – waktu itu – 700.000 rupiah per bulan). Dengan data itu, bagi kalangan periklanan, merupakan ladang pemasaran. Sebaliknya, bagi Rosli Dahmin, pembawa acara Sekapur Sirih, “Ape yang kami lakukan itu tak sia-sia.”
Menjawab pertanyaan tentang kesulitan menyiapkan bahan, Rosli mengaku tak ada problem. Sebab, paket satu bulan sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sehingga untuk persiapan berikutnya tidak buru-buru. Andai kata terdapat topik yang aktual, itu pun sedikit revisinya.
Rosli yang juga penyiar berita menjelaskan, paket SS ini ditangani sedikit orang. Yakni 7 kru, termasuk penerbit (pengarah acara). Mereka inilah yang bekerja mencari bahan (dokumentasi lengkap), juga menentukan laporan khusus atau tokoh-tokoh yang diajak berwawancara di studio. Semua itu ddilakukan dengan diskusi. Mereka tak mengenal syuting hari Sabtu untuk tayangan Minggu berikutnya.
Ditulis oleh: Syamsuddin Noer Moenadi (Kuala Lumpur)
Dok. Monitor – No. 63/II/minggu ke-3 Januari 1988/13-19 Januari 1988, dengan sedikit perubahan




Komentar
Posting Komentar