BONUS - SYARAT IKUT ACARA ANAK-ANAK, JANGAN PERCAYA PADA KOBOI

 JUDI. Skor dalam acara Cerdas Cermat ini bisa pula dibuat jadi bahan judi

LANGSUNG. Harap semua tahu, untuk jadi pengisi acara anak-anak di TVRI, tidak pernah ada peraturan bahwa pengisinya dikenakan biaya. Termasuk acara macam Taman Indria asuhan bu Kasur, untuk anak pra-sekolah (era itu), atau Cerdas Cermat, untuk anak sekolah dasar (SD) – era itu.

Taman Indria dibatasi untuk anak (era itu) berusia (waktu itu) 4 sampai 5 tahun. Cara untuk ikutan, orangtua si anak (era itu) mengirim kartu pos permohonan agar si anak (era itu) diikutsertakan dalam acara tersebut. Dikirim ke badan perencana siaran bagian pendidikan TVRI Pusat Jakarta. Jika kartu ini sampai, (waktu itu) akan diadakan seleksi, dan pihak TV (waktu itu) akan mengirim undangan, sekaligus peraturan selama rekaman.

Acara Cerdas Cermat, tempat pendaftarannya juga di bapersi bagian pendidikan. Mengirim permohonan tertulis, rangkap dua, ditandatangani kepala sekolah yang bersangkutan. Jangan lupa, stempel sekolah sebagai bukti.

Sedangkan untuk acara Kuis Keluarga, biasanya si anak (era itu) diantar langsung orangtuanya ke bapersi bapora, lantai 5. Di sini (waktu itu) akan ada semacam wawancara, sekadar menguji kemampuan dan keberanian anak (era itu) tersebut. Usianya juga dibatasi: (waktu itu) 8 sampai 12 tahun. Anak kelas 3 sampai kelas 6 SD (era itu), dan diutamakan yang menduduki rangking 1 sampai 10.

 

KHUSUS. Salah satu penampilan Taman Indria. Acara ini khusus untuk pra-sekolah 

LANTUR. Kedengarannya cukup sederhana dan tidak ada masalah. Tapi, yang terjadi ternyata sebenarnya tidak begitu gampang. Ada saja yang membuat semau berubah. Rusdi Panjaitan, dari bapersi bapora menyebut oknum yang suka ngaco itu dengan istilah “koboi”.

“Mereka datang ke calon pengisi acara, menawarkan jasa, mempermudah pengisian acara itu. Lalu, buntutnya mereka minta bayaran dengan alasan untuk TV. Ini yang ngelantur dan kacau.” Kesempatan untuk begini memang ada. Untuk acara Cerdas Cermat, pihak TV hanya bisa menampung 108 peserta dalam setahun. “Yang mendaftar bisa 150an. Nah, mereka ini yang suka didatangi koboi itu.”

Aturan mainnya, jika sudah kebagian nomor pendaftaran 108 ke atas, berarti pasti dapat panggilan. Selebihnya jadi cadangan. Kesempatan bagi cadangan ini terbuka, jika ada peserta nomor 108 ke atas mengundurkan diri. Atau dari 108 peserta itu, ada yang tahun sebelumnya sudah pernah ikut. “Ini terpaksa dibatalkan, biar sekolah lain kebagian.” Istilah melanturkan ternyata tidak hanya sebatas pada koboi. Cerdas Cermat malah pernah dibikin judi.

Mulyono Saleh, salah seorang yang terlibat di acara ini pernah mendapat telepon dari orang lauaur, minta diberitahukan skor, dan akan dibayar dengan imbalan yang lumayan. Bagaimana dia tahu skor, sementara acara itu siaran langsung? Jumlah peminat yang membludak, juga membuka kesempatan bagi koboi-koboi misterius itu memainkan peran di acara lain.

Maka jangan heran jika ada yang bertanya, apakah yang mau mengisi Taman Indria pakai bayar? “Baiknya, tanyalah pada orang yang benar-benar terlibat dengan acara itu, agar informasinya jelas,” komentar Rusdi. “Jangankan minta bayarna, untuk acara tertentu, pihak TV (TVRI-red) malah yang harus anyar.” Tapi Aneka Ria Anak-Anak yang merupakan paket gabungan dari seluruh stasiun daerah pernah pula disebut Safari-nya anak-anak (era itu).

Macam iklan terselubung. Promosi di balik selimut. Atau karena dalam Aneka Ria Safari atau Aneka Ria Nusantara yang dibatais untuk usia remaja ke atas itu mempersempit celah promosi kaset anak-anak remaja ke bawah sehingga acara dari sejumlah stasiun daerah itu jadi disusupi dan diterobos?

Persoalannya, 1988, bagaimana meyakinkan calon pengisi acara, tidak ada istilah bayar dulu, baru bisa ikut. Dan bagaimana menyodok koboi-koboi itu sampai hapus. Meski Rusdi bilang, belakangan itu tak kedengaran lagi. Tapi bisik-bisik harus bayar tetap saja terdengar.

Ditulis oleh: Hans Miller Banureah

Dok. Monitor – No. 62/II/minggu ke-2 Januari 1988/6-12 Januari 1988, dengan sedikit perubahan

Komentar

Postingan Populer