BONUS - PESONA NADA: "DIA YANG KEMBALI MEMATANGKAN ACARA" (TVRI PROGRAMA 1 - MINGGU, 9 JULI 1989 Pkl: 21.30 WIB)
INI paket ke-3 setelah penampilan Bill Saragih dan Ella yang
ber-‘jam session’ dengan Maryono. Sebah paket yang menghadirkan sajian musik
kualtias, dan apresiasi yang tidak sekadar apa adanya.
Toh, “Kita masih mencari bentuk yang paling pas,” tutur Hoedy (Hudiono Drajat-red), penggodok acara musik TVRI. Bentuk itu sebetulnya (waktu itu) sudah ketemu. Ketika Bill muncul dengan tema Dia Yang Kembali, semua orang merasa terhibur. Semua orang menganggap Bill punya kekuatan menarik perhatian, baik lewat suaranya, permainan musiknya, dan pengolahan improvisasi penyajian.
“Kadang-kadang, karena rutinitas kerjaan kita tidak mendapat informasi perkembangan pemusik itu sendiri,” kata Dirham, pengarah acara yang (belakangan itu) banyak memproduksi paket musik.
PAKET KHUSUS. Ketimbang paket-paket musik yang (waktu itu) sudah ada, PN bisa dibilang (waktu itu) menempati posisi atas. Lepas dari pernik-pernik teknik penggarapan, secara materi, PN punya kekuatan yang tidak dimiliki paket musik lainnya.
Dan karena ini semacam paket khusus, PN pun tak harus terpatok pada warna musik. Setelah dua kali menggauli jazz, maka yang ketiga ini malah menghadirkan rombongan pemusik cadas. Mulai dari SAS-nya Arthur Kaunang sampai God Bless yang (kala itu) baru merilis album baru, dan beberapa vokalis kencang macam Ita Purnamasari, Bangkit Sanjaya, dan yang lainnya.
Setelah itu, Hoedy merancang kehadiran Ian Antono cs yang (belakangan itu) lagi tur. “Jadi, ada jazz, rock, dan musik eksperimen seperti yang dilakukan Ian dan Indra.” Tapi, apakah semua bisa berjalan lancar?
“Secara materi barangkali tak jadi soal. Yang jadi masalah, di paket khusus seperti ini mestinya punya penyaji yang tidak sekadar mengantar. Kita sudah dua kali dengan dua pengantar acara, Bob Tutupoly dan Inggrid. Selain ingin variasi, kita juga menginginkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan ‘basic’ pengetahuan si pengantar acara tentang yang tengah di antaranya harus memadai.”
Kata Hoedy, dengan begini, berarti selain bisa mengajak musisinya berbicara, juga mengerti apa yang diinginkan penonton di rumah. “Agar lebih segar, kita mengharapkan pembawa acaranya bergantian, dan sebaiknya dari luar.”
Bisa jadi (perkiraan waktu itu), semakin terbilah-bilahnya paket musik, makin terasa bahwa penggarapan sebetulnya berencana. Ada paket yang khusus bicara kaset, khusus menghibur dan ada pula yang menggabung antara hiburan dan pendidikan. ‘Bravo’ sajalah.
Ditulis oleh: Hans Miller Banureah
Dok. Monitor – No. 140/III/minggu ke-1 Juli 1989/5-11 Juli 1989, dengan sedikit perubahan



Komentar
Posting Komentar